Ilustrasi. Pengirman pasokan air bersih ke desa terdampak musim kemarau. Medcom/Rhobi
Ilustrasi. Pengirman pasokan air bersih ke desa terdampak musim kemarau. Medcom/Rhobi

4 Desa di Jepara Mulai Kesulitan Air Bersih

Nasional kekeringan
Rhobi Shani • 31 Agustus 2020 12:05
Jepara: Warga di empat desa di Kabupaten Jepara mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih. Kekeringan mulai terjadi di Desa Kedungmalang, Desa Clering, Desa Pendem, dan Desa Tengguli.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Kusmiyanto, mengatakan laporan warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih itu diterima pertengahan bulan ini. Namun, pihaknya belum menerima permohonan pengiriman pasokan air bersih dari masing-masing desa tersebut.
 
“Baru sebatas laporan, untuk surat permohonan pengiriman air bersih belum kita terima,” ujar Kusmiyanto, Senin, 31 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPBD Jepara telah melakukan sejumlah persiapan mengatasi masalah kekeringan. Itu seperti menyiapkan tendon air. Sebanyak 35 tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter siap ditempatkan di titik-titik kekeringan.
 
“Truk tangki kapasitas 5.000 liter untuk pengiriman air bersih juga sudah disiapkan,” kata Kusmiyanto.
 
Anggaran yang disipakan untuk penanganan kekeringan tahun ini sebesar Rp24 juta. Sejumlah perusahaan juga sudah diminta untuk mengalokasikan anggaran corporate social responsibility (CSR) untuk membantu mengatasi masalah kekeringan.
 
“Untuk kekeringan tidak kena rekofusing penanganan covid-19, anggarannya masih utuh Rp24 juta,” ungkap Kusmiyanto.
 
Desa yang mengalami kekeringan tahun ini diperkirakan bertambah. Tahun lalu, sebanyak 33 desa dan empat kelurahan mengalami kekeringan. Tahun ini, tercatat 47 desa masuk dalam ketegori desa siaga darurat bencana kekeringan.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif