Ilustrasi--Penumpang tiba di Bandara Soekarno-Hatta urus dokumen kedatangan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi--Penumpang tiba di Bandara Soekarno-Hatta urus dokumen kedatangan. (Foto: Istimewa)

Surat Bebas Covid-19 Wajib bagi Calon Penumpang Pesawat

Nasional Virus Korona angkasa pura ii bandara soekarno-hatta
Hendrik Simorangkir • 15 Mei 2020 18:25
Tangerang: Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bakal mencegah calon penumpang yang takmelengkapi syarat protokol kesehatan untuk terbang. Salah satunya yaitu surat bebas covid-19.
 
"Meski terlihat aktivitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seperti kembali normal, banyak juga calon penumpang yang enggak bisa lolos. Kurang satu dokumen atau syarat penerbangan saja, ya tidak boleh berangkat atau paling tidak menjadwal ulang keberangkatan," ujar Kepala KKP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Anas Maaruf, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Anas menuturkan mayoritas kelengkapan dokumen yang tidak dipenuhi calon penumpang, yakni tidak membawa hasil tes covid-19 yang menunjukan nonreaktif atau negatif. Para calon penumpang umumnya hanya membawa surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh klinik atau rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu ada calon penumpang yang memang membawa hasil rapid test, namun surat tersebut sudah kedaluwarsa. Aturan yang berlaku itu kan surat berlaku 7-10 hari setelah tes covid-19, lebih dari itu tidak berlaku," jelasnya.
 
Baca juga:AP II Atur Ulang Sistem Antrean Calon Penumpang
 
Anas mengaku tidak mengetahui pasti berapa banyak calon penumpang yang ditolak perjalanan penerbangannya. Ia memperkirakan jumlahnya cukup banyak.
 
"Bukti itu dapat mengartikan betapa ketatnya pengawasan Satgas Penanggulangan Covid-19 di Bandara Soetta," katanya.
 
Anas menambahkan adanya surat keterangan bebas covid-19 tak cuma sebagai pelengkap dokumen penerbangan. Tetapi juga untuk keselamatan penumpang dan kru lainnya selama berada di atas pesawat.
 
"Tujuannya itu kan untuk menciptakan perjalanan penerbangan yang sehat. Kru atau awak kabin dan penumpangnya juga sehat, kalau ada yang memalsukan, bisa jadi ancaman bagi penerbangan," jelasnya.
 
Ia menambahkan, pihaknya saat ini mewaspadai keaslian dokumen kesehatan milik calon penumpang. Bila diperlukan, petugas akan menghubungi rumah sakit atau klinik yang mengeluarkan surat yang mencurigakan.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif