Tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Foto: . Foto: ANT/SEPTIANDA PERDANA
Tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. Foto: . Foto: ANT/SEPTIANDA PERDANA

Tiga Terdakwa Pembunuhan Hakim PN Medan Terancam Hukuman Mati

Nasional pembunuhan sidang pembunuhan
Antara • 01 April 2020 12:20
Medan: Tiga terdakwa pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin terancam hukuman mati. Sidang digelar secara daring di ruangan Cakra, PN Medan.
 
"Motif pembunuhan adalah masalah rumah tangga yang tidak akur, karena antara korban Jamaluddin dengan terdakwa Zuraida Hanum, 41, sering cekcok," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan, Parada Situmorang, di PN Medan, Selasa, 31 Maret 2020, melansir Antara.
 
Dia melanjutkan, terdakwa Zuraida meminta bantuan kepada terdakwa M Jefry Pratama, 42, dan M Reza Fahlevi, 28, untuk membunuh korban. Melansir Antara, JPU mengatakan, korban Jamaluddin dihabisi di dalam rumahnya di Kompleks Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Medan Johor, Kota Medan, pada 29 November 2019 sekira pukul 03.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Korban dibunuh dengan cara dibekap bagian hidung dan mulut korban dengan menggunakan kain (sarung bantal) hingga lemas dan akhirnya meninggal," jelasnya.
 
Baca: Sang Istri Jadi Otak Pembunuhan Hakim di Medan
 
Selanjutnya, terdakwa membuang korban di jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Jumat, 29 November 2019.
 
"Korban ditemukan warga di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Jenazah Jamaluddin sudah membiru dengan posisi terbaring di posisi bangku belakang," kata JPU.
 
Jenazah korban kemudian diautopsi di RS Bhayangakara Medan, pada Jumat, 29 November 2020, sebelum dibawa ke Nagan Raya, Aceh untuk dimakamkan pada Sabtu, 30 November 2020. Berdasarkan hasil autopsi, polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan.
 
Penyelidikan polisi mengarah kepada Zuraidah, Jefri dan Reza. Ketiganya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUH Pidana.
 
"Ketiga terdakwa tersebut terancam hukuman mati," ujarnya.
 
Sidang perdana pembunuhan hakim PN Medan dilakukan secara daring. Sidang dipimpin Majelis Hakim PN Medan diketuai Erintuah Damanik, dengan hakim anggota Dahlia Panjaitan dan Imanuel Tarigan. Sidang dilanjutkan pada Selasa, 7 April 2020, untuk pemeriksaan terdakwa dan sejumlah saksi-saksi.
 
Pada sidang tersebut, ketiga terdakwa tetap berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Medan. Sedangkan, JPU dan Majelis Hakim berada di ruangan sidang di PN Medan.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif