Kemenkop UKM Tingkatkan Nilai Jual Kopi di Lampung

Gervin Nathaniel Purba 22 Oktober 2018 14:05 WIB
Berita Kemenkop UKM
Kemenkop UKM Tingkatkan Nilai Jual Kopi  di Lampung
?Kemenkop UKM Tingkatkan Nilai Jual Kopi di Lampung. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Pesisir Barat: Masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Bina Karya di Desa Pekon Tanjung Rejo, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung berhasil meningkatkan nilai jual kopi yang produksinya melimpah di daerah itu. Peningkatan nilai jual itu tak lepas dari pendampingan usaha yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).

Awalnya masyarakat menjual kopi kiloan dengan 1 kg green bean kopi dijual hanya seharga Rp25 ribu. Namun setelah mendapat pelatihan dari Kemenkop UKM, mereka dapat menjual kopi dengan harga yang lebih baik dan dikemas unik dengan merek Tanjung Bika Coffee. 

Kopi yang dikemas dalam ukuran 200 gram dijual seharga Rp20 ribu. Selain 200 gram, mereka juga mengemas dalam ukuran 100 gram, 0,5 kg, dan 1 kg.


“Alhamdulillah, kini mereka dapat meningkatkan nilai jual kopi tiga kali lipat lebih dari sebelumnya. Ini tak lain sentuhan teknologi dari hasil pelatihan yang kita lakukan beberapa tahun lalu,” ujar Kabid Jasa dan Aneka Usaha Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Eko Adi Priyono, dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Oktober 2018.

Kemenkop dan UKM pada 2015 merasa prihatin karena desa yang dilewati jalan negara Lampung-Bengkulu tersebut belum teraliri listrik. Sementara itu, ratusan masyarakat antre ingin menggunakan listrik dan meminta bantuan Kemenkop UKM.

“Kebetulan di Kabupaten Pesisir Barat ini terdapat Sungai Pintau yang debit airnya sangat melimpah dan deras, serta tidak kering ketika musim kemarau. Jadi, tepat kami bantu masyarakat melalui koperasi dengan program pengembangan usaha koperasi produktif berbasis energi baru terbarukan (PLTMH),” kata Eko menjelaskan.

Dengan adanya energi listrik ini, usaha pun tumbuh, dan saat ini yang sangat menonjol adalah usaha pengolahan kopi. Selain itu para anggota koperasi juga melakukan usaha bengkel mobil/motor, fotokopi, pertokoan, dan berbagai usaha lain. 

Selain itu, Koperasi Bina Karya kini juga mendirikan unit simpan pinjam (USP). Tujuan didirikannya USP ini untuk menghindarkan masyarakat dari jerat rentenir yang sangat marak di daerah itu.

Ketua Koperasi Bina Karya Fathurrohman mengucapkan terima kasih kepada Kemenkop UKM yang telah membantu masyarakat dalam program PLTMH ini. Dengan aliran listrik PLTMH ini, masyarakat menjadi kreatif dan berinovasi dengan berbagai usaha. 

“Dahulu masyarakat di sini banyak yang menganggur, sekarang mereka sudah mempunyai kegiatan,” ungkap Fathurrahman yang didampingi badan pengawas Eko Gunawan.

Aliran listrik PLTMH ini telah menghasilkan berbagai dampak yang luar biasa, di mana tempat ibadah sekarang teraliri listrik secara gratis, anak bisa belajar dengan baik, dan sekolah siang malam sudah tidak ada kendala dengan listrik. Koperasi ini pun menjadi aktif dan sehat dengan kegiatan kreatif masyarakat berkat adanya aliran listrik PLTMH ini.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id