Warga Kota Manado 'Kirim' Doa untuk Korban Ledakan

Mulyadi Pontororing 14 Mei 2018 23:25 WIB
Teror Bom di Surabaya
Warga Kota Manado 'Kirim' Doa untuk Korban Ledakan
Aksi ratusan warga Manado menyampaikan duka cita dan doa untuk korban ledakan di Surabaya, Senin 14 Mei 2018, Medcom.id - Mulyadi
Manado: Ribuan warga Kota Manado, Sulawesi Utara, menggelar aksi damai dan doa bersama pada Senin, 14 Mei 2018. Kegiatan itu sebagai bentuk penghormatan pada korban tewas kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jabar dan ledakan bom di Jawa Timur.

Massa mulai berkumpul di depan Mapolresta sejak pukul 19.00 WITA. Pantauan Medcom.id, massa menyalakan lilin sebagai tanda turut berbelasungkawa terhadap para korban. Massa juga menyatakan tidak takut dan mengutuk segala serangan yang terjadi yang mengatasnamakan agama.

Sejumlah pemuka lintas agama pun memanjatkan doa agar arwah para korban mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Para pemuka agama itu juga mendoakan agar Indonesia dibebaskan dari segala macam bentuk, teror, perpecahan, dan selalu dikuatkan dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Selain itu, mereka juga memutar lagu-lagu kebangsaan untuk memperkuat rasa nasionalis dan persatuan.


Salah satu warga, Deifi, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian warga Kota Manado yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang kuat antarsesama.

"Saya selalu yakin, bahwa tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat kepada umat yang lain. Ini adalah perbuatan para oknum yang tak bertanggung jawab yang ingin merusak NKRI. Kita harsu bersatu dan lawan," kata Deifi di lokasi aksi.

Alen, peserta aksi yang lain mengharapkan pemerintah bertindak cepat untuk mengusut tuntas jaringan teroris. Menurut mahasiswa di Universitas Sam Ratulangi ini, para teroris harus dihukum berat karena mereka serjng mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.

"Yang paling keji itu saat anak-anak turut dilibatkan dalam aksi mereka. Ini sungguh di luar akal sehat. Seorang ibu bahkan menjermuskan anaknya untuk berbuat keji. Binatang saja tak akan mencelakakan anaknya. Berart perbuatan ini sudah lebih rendah dari binatang," katanya.

Keduanya pun berharap agar, masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Utara untuk tetap memperkokoh tali persaudaraan yang selama ini dibangun dan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id