Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) saat menggerebek penampungan pekerja migran ilegal di Kabupaten Cirebon. Antara/Khaerul Izan
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) saat menggerebek penampungan pekerja migran ilegal di Kabupaten Cirebon. Antara/Khaerul Izan

BP2MI: Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Cirebon Tak Manusiawi

Nasional tki penggerebekan buruh migran
Antara • 18 Oktober 2020 04:53
Cirebon: Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyebut tempat penampungan calon pekerja migran ilegal di Cirebon, Jawa Barat, tidak manusiawi. BP2MI berjanji mengusut tuntas kasus ini.
 
"Tempat penampungan ini tidak layak dan tidak manusiawi," kata Benny di Cirebon, Sabtu, 17 Oktober 2020.
 
Benny menyampaikan tempat penampungan calon pekerja migran ilegal itu tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tempat penampungan pekerja migran ilegal itu sangat memprihatinkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tempat penampungan tersebut sangat kotor dan bau. Bahkan, ada yang harus diisi lebih dari 10 orang, padahal lahannya sangat sempit.
 
"Kami juga prihatin tempat penampungan dalam keadaan yang sangat tidak layak, kotor serta bau," ujarnya.
 
Baca: BP2MI Gerebek Penampungan Ilegal Calon Pekerja Migran
 
Benny menjelaskan dari tiga lokasi yang dijadikan penampungan ilegal, terdapat 25 calon pekerja migran yang diduga kuat ilegal dan tempat penampungan mereka sangat tidak layak. Padahal, mereka yang tinggal itu mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Bahkan, ada yang harus membayar Rp40-Rp50 juta.
 
"Mereka rata-rata diminta Rp40 juta sampai Rp50 juta, itu baru sementara," katanya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif