Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Polisi Kesulitan Temukan Penganiaya Dosen UMI Makassar

Nasional penganiayaan Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Muhammad Syawaluddin • 04 November 2020 18:39
Makassar: Kasus penganiayaan Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andry Wardhana Mamonto, hingga saat ini masih terus berjalan. Namun polisi kesulitan menemukan pelaku penganiayaan.
 
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus salah tangkap saat aksi unjuk rasa tolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law pada 8 Oktober 2020.
 
"Belum ada kesaksian yang bisa menggambarkan kejadiannya," katanya, Rabu, 4 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ibrahim menjelaskan kasus penganiayaan belum bisa dibuktikan lantaran peristiwa terjadi pada malam hari.
 
"Saat itu (lokasi peristiwa penganiayaan) kondisi samar-samar (gelap). Ada data pendukung, namun tidak bisa diekspose karena termasuk info yang di kecualikan sesuai UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik)," ungkapnya.
 
Baca juga: Satu Pesantren di Cianjur Jadi Klaster Covid-19
 
Hingga saat ini sebanyak lima orang telah diperiksa terkait kasus tersebut, Satu merupakan warga sipil dan empat lainnya merupakan personel kepolisian yang bertugas saat peristiwa salah tangkap itu. 
 
Sebelumnya, Dosen UMI Makassar, Andry Wardhana Mamonto diduga menjadi korban salah tangkap aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa tolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law pada 8 Oktober 2020. 
 
Saat ditangkap, Andry mengalami pemukulan dari oknum polisi yang bertugas saat menyisir massa aksi tolak Undang-Undang Omnibus Law yang berujung bentrok dengan petugas.
 
Akibatnya dosen Fakultas Hukum UMI itu mengalami luka parah pada bagian wajah, kepala, dan paha akibat pukulan benda tumpul.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif