Mega Ciputra saat masih memperkuat PB Djarum. (Foto: Dok. Mega Ciputra)
Mega Ciputra saat masih memperkuat PB Djarum. (Foto: Dok. Mega Ciputra)

Kisah Atlet Jebolan PB Djarum: Semua Terjamin

Nasional kpai bulu tangkis PB Djarum vs KPAI
Daviq Umar Al Faruq • 11 September 2019 16:25
Malang: Mega Ciputra, adalah salah satu atlet jebolan Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum). Kini dia tengah menjalani kehidupannya dengan menjadi mahasiswa baru di Universitas Negeri Malang (UM).
 
Medcom.id mencoba berbincang dengan Mega di sebuah sudut kantin di Kampus UM, Rabu 11 September 2019. Atlet kelahiran 27 Juli 1999 itu kemudian menceritakan kisahnya saat memulai karier di dunia bulu tangkis.
 
Mega mulai mengenal dunia bulu tangkis saat usianya masih 8 tahun. Saat itu, dia tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Setelah melihat banyak orang yang bermain bulu tangkis di tempat tinggalnya, Mega kemudian mencoba belajar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Batam banyak orang main bulu tangkis. Lalu saya ikut-ikutan main. Lama-lama suka dengan olahraga ini," kata atlet yang mengidolakan Lin Dan ini.
 
Pada 2010, Mega ikut orang tuanya menetap di Surabaya, Jawa Timur. Di kota tersebut, dia kemudian merintis karier profesional bulu tangkis. Yakni bergabung dengan klub Citra Raya Unesa (CRU) Surabaya.
 
Tiga tahun berselang, Mega kemudian menjajal kemampuannya dengan mengikuti audisi di PB Djarum Kudus. Saat itu, dia mengikuti seleksi bersama ribuan peserta lainnya dari seluruh Indonesia.
 
Kisah Atlet Jebolan PB Djarum: Semua Terjamin
 
Berbagai tes ia jalani. Mulai dari tes pertandingan (game), tes fisik (beep test), tes psikologi dan lain-lain. Berkat kegigihannya, Mega berhasil lolos ke tahap karantina dan dinyatakan lolos dalam tes akhir hingga berhak mendapat beasiswa Djarum.
 
"Ada sekitar tiga ribu atlet yang ikut saat itu. Yang lolos hanya 50 atlet. Total audisi dan karantina sekitar 10 hari. Saya lolos salah satunya karena permainan, dan fisik saya. Saat itu tinggi badan saya 160 sentimeter lebih," kisah warga Mergosono, Kedungkandang, Kota Malang ini.
 
Setelah bergabung dengan PB Djarum, karier bulu tangkis Mega semakin terasah. Tak heran, berbagai fasilitas diberikan secara cuma-cuma oleh klub yang berulangkali menyumbangkan atlet berprestasi itu.
 
Urusan makan dan vitamin untuk atlet sangat terjamin. Bahkan PB Djarum menyediakan ahli gizi khusus untuk memperhatikan kondisi fisik para atletnya.
 
"Kami para atlet tidur di asrama yang sekelas hotel. Makanan bergizi dan tempat tidur gratis. Setiap ikut even, semuanya gratis. Tidak ada yang bayar sama sekali. Semuanya tercukupi dan terfasilitasi," beber atlet yang pernah satu asrama dengan Dionysius Hayom Rumbaka ini.
 
Kisah Atlet Jebolan PB Djarum: Semua Terjamin
 
Hal yang paling dirindukan oleh Mega yakni adalah kekeluargaan di PB Djarum. Sebab, baik antar pelatih maupun antar atlet, semua saling mengayomi satu sama lain.
 
"Pelatih sudah seperti ayah. Senior sudah seperti kakak. Kita juga menurunkan sifat kekeluargaan itu kepada junior-junior kita," jelas atlet yang kini memperkuat Sakura Club Badminton Surabaya itu.
 
Mega sendiri dikenal sebagai atlet yang sering berbuat ulah di PB Djarum. Sebab, atlet yang biasa menggunakan tangan kanan ini kerap membuat para pelatih kesal. Tak jarang, Mega sering dimarahi oleh pelatihnya.
 
"Saya sering salah saat latihan karena sering tidak memerhatikan apa yang diajarkan pelatih. Saya memang sering bercanda," ujarnya.
 
"Pernah suatu waktu ada pelatih saya, Agung Susilo sedang berulang tahun. Saat latihan ringan saya buat kesal lalu saya surprise," imbuhnya.
 
Mega bergabung bersama PB Djarum sejak 2013 lalu hingga Desember 2017. Dalam sebulan, atlet tunggal putra ini setidaknya mengikuti satu hingga dua kejuaraan.
 
"Saya keluar dari PB Djarum 2017. Saya diberhentikan karena sudah tidak berprestasi lagi," pungkasnya.
 
Berbagai prestasi telah diraih Mega bersama PB Djarum. Mulai dari Runner up Superliga Junior 2016 (Beregu Putra), Semifinalis Djarum Sirnas Jakarta 2015 (Tunggal Remaja Putra), (Semifinalis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Padang 2014 (Ganda Taruna Putra) dan Runner up Sirnas Surabaya.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif