Kediaman orang tua Fitri Andriana, penyerang Menko Polhukam Wiranto, di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Okky Lukmansyah)
Kediaman orang tua Fitri Andriana, penyerang Menko Polhukam Wiranto, di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Okky Lukmansyah)

Orang Tua Tak Curiga kala Fitri Berlatih Memanah

Nasional Wiranto Diserang
Antara • 11 Oktober 2019 15:14
Brebes: Orang tua pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, Sunarto, tidak curiga saat anaknya, Fitri Andriana, berlatih memanah. Ia tak tahu Fitri punya tujuan lain dengan latihan tersebut.
 
"Saya tidak curiga Fitri setiap pagi berlatih memanah di samping rumah. Saat saya tanya, dia (Fitri) hanya bilang sekadar untuk bermain memanah pohon pisang," ungkap Sunarto, melansir Antara, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Menurut Sunarto, Fitri sempat pulang ke rumahnya di Desa Sitanggal, Brebes, Jawa Tengah, pada Juli-Agustus 2019 atau saat Lebaran hingga memasuki bulan haji. Meski sudah berkeluarga, istri dari Abu Rara ini tidak pernah mengajak dan mengenalkan suaminya kepada keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak menikah, kami belum pernah melihat suaminya. Anak menikah tidak mengundang orang tua, mungkin Fitri menikah melalui wali," ucapnya.
 
Ia mengakui Fitri pernah memohon izin untuk menikah dengan Abu Rara. Namun ia tak memberikan restu.
 
"Tetapi dia (Fitri) tidak pernah menggubris dan tetap menikah dengan calon suaminya," ungkapnya.
 
Sunarto menuturkan semasa anak-anak, Fitri cenderung nakal. Ia juga pernah memindahkan sang anak ke sekolah lain.
 
"Anak sempat bersekolah di SD Negeri 1 Sitanggal hingga kelas tiga. Dia pindah sekolah ke SD Negeri 3 Sitanggal karena sering menjahili teman di sekolahnya," kata dia.
 
Ia menambahkan tak pernah menduga kenakalan sang anak hingga mampu melukai orang lain. Terlebih perilaku tidak terpuji terhadap seorang pejabat negara.
 
"Saat ini, kami hanya pasrah dan mempersilakan penegak hukum memberikan saksi hukum. Mau bagaimana lagi, kami ikhlas dan pasrah saja," ujarnya.
 
Sunarto berharap setelah menjalani hukuman, Fitri mau kembali ke kampung serta tidak mengulangi perbuatan yang sama.
 
"Kami berharap dia kembali menjadi anak yang baik dan berbakti pada orang tuanya dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif