Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo (pakai kacamata) di Kulon Progo, Senin, 2 September 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo (pakai kacamata) di Kulon Progo, Senin, 2 September 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Kulon Progo Kejar Target Kabupaten Layak Anak

Ahmad Mustaqim • 02 September 2019 15:45
Kulon Progo: Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini belum menjadi wilayah yang layak anak. Fasilitas hingga kelembagaan di kabupaten tersebut perlu banyak pembenahan.
 
Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan dari lima tahapan untuk menjadi kabupaten atau kota layak anak (KLA), wilayahnya baru mencapai dua tahapan. Dua tahapan yang sudah dicapai yakni pratama dan madya. Lalu, tiga tahapan lain yang hingga kini belum dicapai yakni nindya, utama, dan KLA. 
 
"Kulon Progo sampai saat ini baru pratama sampai madya. Kita memang masih harus berjuang untuk bisa masuk kategori nindya. Nindya apabila sudah kita dapatkan baru ke utama," kata Sutedjo kepada Medcom.id di Yogyakarta, Senin, 2 September 2019. 

Sutedjo menjelaskan tak mudah untuk memenuhi seluruh lima tahapan itu. Sebab baru dua kabupaten/kota di Indonesia yang bisa menyabet status KLA, yakni Surabaya dan Surakarta.
 
Sutedjo mengatakan sudah merencanakan evaluasi soal langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan tahun depan. Langkah pertama yang dilakukan yakni menggerakkan desa-desa agar bisa memenuhi kriteria desa layak anak. 
 
"Salah satu kendala kami persoalan layak anak belum menjadi batu spirit di lapangan. Kami akan menggerakkan desa layak anak di semua desa di Kulon Progo. Kalau semua desa sudah layak anak otomatis akan ikut mengondisikan tingkat kabupaten," jelas Sutedjo. 
 
Sutedjo mengakui fasilitas penunjang menjadi kawasan ramah anak belum tersedia di banyak lokasi. Baginya hal itu harus diselesaikan dengan memenuhi syarat pembentukan kelembagaan di setiap desa. Setiap lembaga itu nantinya bertugas memenuhi prasyarat atau kriteria yang dibutuhkan. 
 
Sutedjo berharap dalam setiap tahun bisa menggapai satu tingkatan. Dari kekurangan tiga tahapan itu diperkirakan dalam medio tiga tahun bisa terpenuhi. 
 
"Syukur dalam perjalanannya ada dalam dua tahun bisa mencapai dua tahapan sekaligus akan lebih bagus. Tapi minimal satu taharapan dalam satu tahun. Kami juga harapan stakeholder dan OPD (organisasi perangkat daerah) bisa mendukung penuh rencana ini," pungkas Sutedjo.
 
Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, Eka Pranyata mengatakan pihaknya akan mencoba melihat hasil penilaian apa saja yang menjadi kekuarangan. Misalnya, dalam konteks desa layak anak memang masihmenjadi kelemahan di Kulon Progo. 
 
"Dalam hal pembentukan desa layak anak kita masih kurang, masih di bawah 25 persen. Lembaga-lembaga pengasuhan alternatif memang perlu disikapi agar anak yang tak dapat pengasuhan dari orang tua hingga yang bermasalah dengan hukum bisa mendapatkan bimbingan dan pembinaan," kata Eka. 
 
Eka merencanakan awal tahun depan Kulon Progo bisa memegang satu tahapan menuju KLA. Di sisi lain, sistem penilaian wilayah menjadi KLA disebut cukup dinamis. 
 
"Sekitar bulan Oktober nanti ada sertifikasi ruang bermain ramah anak di Taman Wana Wiwulang (Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo). Ini harus kita lengkapi sesuai persyaratan yang diberikan kementerian. Misalnya, mainan anak, terpisah wifi, dan jajanan ramah anak (tidak berbahaya)," pungkas Eka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>