Pertemuan fasilitasi pendaftaran HAKI kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bangka Barat. Antara/HO-Disparbud Bangka Barat/Donatus Dasapurna
Pertemuan fasilitasi pendaftaran HAKI kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bangka Barat. Antara/HO-Disparbud Bangka Barat/Donatus Dasapurna

Pelaku Ekonomi Kreatif Bangka Barat Difasilitasi Dapat HKI

Antara • 29 November 2022 16:27
Mentok: Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, memfasilitasi para pelaku usaha ekonomi kreatif mendaftarkan merek produk untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI).
 
"Tahun ini kami fasilitasi sebanyak 10 pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mendapatkan HKI atas merek produk mereka. Kami berharap bermanfaat dan bisa memotivasi," kata Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Bangka Barat, Romi'at, di Mentok, Selasa, 29 November 2022.
 
Baca: Ekraf Diperkuat, Sandiaga Berharap Indonesia Menyusul Korea

Dia menjelaskan mendapatkan HKI dari Kementerian Hukum dan HAM penting untuk memberikan perlindungan atas kekayaan intelektual para pelaku ekonomi kreatif.
 
"Pelaku ekonomi kreatif ini memiliki peran strategis dalam membangun pertumbuhan ekonomi di daerah, Pemerintah memberikan kemudahan fasilitasi mendapatkan itu sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia program ini juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2022 tentang Peraturan pelaksanaan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi kreatif.
 
Pemkab Bangka Barat akan berupaya memberikan fasilitasi secara berkelanjutan dengan menggandeng sejumlah pelaku usaha lain yang dinilai layak dan serius menjalankan usahanya.
 
"Tahun ini Pemkab Bangka Barat memfasilitasi 10 pelaku usaha ekonomi kreatif, ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bangka Barat Nomor : 188.45/296/Disparbud yang diterbitkan pada 3 November 2022," ungkapnya.
 
Sebanyak 10 pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut sebagian besar adalah pelaku usaha jenis makanan, juga ada kerajinan resam, batik dan baju.
 
"Ke depan kami akan terus memberikan program seperti ini agar semakin banyak pelaku usaha ekonomi kreatif yang terlindungi kekayaan intelektualnya dan memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya hal tersebut," ujar Romi'at.
 
Sebanyak 10 pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan program fasilitasi HKI tahun ini, yaitu Olva Ullia Vilka dengan produk pakaian, topi dan tas merek Herritage Inside, Sumiati produk pempek dan kerupuk udang merek Yuk Sum, Perita Utami produk makanan merek Tamigano, Eva Afriani produk roti dan kue merek Okay, Dedi produk manisan buah merek Kuranji, Nur Alpeni produk dodol merek Besanak, Sugia Kam produk teh merek SK, Marita Sari produk martabak merek AA’ Food, Mulkiah produk kopiah merek Mulkiah Dendang, dan AriefJananto produk batik merek Batik Percik.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif