Rano Karno mengamati los daging sapi di Pasar Modern BSD, Tangsel, Banten, Selasa (21/6/2016). (Metrotvnews.com/Farhan)
Rano Karno mengamati los daging sapi di Pasar Modern BSD, Tangsel, Banten, Selasa (21/6/2016). (Metrotvnews.com/Farhan)

Rano Karno: Kalau tak Mampu Beli Daging, Beli Tetelan Saja

Farhan Dwitama • 21 Juni 2016 15:39
medcom.id, Tangerang: Gubernur Banten Rano Karno kaget saat mengetahui langsung tingginya harga kebutuhan pokok di pekan kedua Ramadan. Dia menyarankan warga mencari alternatif komoditi guna memenuhi kebutuhan gizi.
 
"Harga daging ternyata variatif. Tertinggi itu daging kualitas bagus seharga Rp130 ribu. Ya kalau tidak mampu beli seharga itu, beli tetelannya saja," kata Rano di Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/6/2016).
 
Dalam inspeksi sekira satu jam itu, Rano banyak mendengar keluhan warga di pasar. Kepada gubernur, warga menerangkan kalau daging beku berbeda kualitas dengan daging segar yang masih merah dan digantung. 

Rano pun menyarankan, bila enggan membeli daging beku dan tidak mampu membeli daging sapi, lebih baik warga mencari alternatif lain.
 
"Harga daging ayam juga masih relatif murah kok. Baik broiler atau kampung. Ikan segar juga lebih murah lagi. Keduanya memiliki kandungan gizi yang sama bagusnya," kata dia.
 
Rano mengakui dirinya tidak bisa menekan harga pasar. Sebab permintaan yang tinggi di bulan Ramadan menjadikan harga daging semakin melambung.
 
"Tapi yang jelas, kami terus memantau dan memastikan, bila ketersediaan stoknya di setiap pasar di Provinsi Banten terjamin. Tidak ada yang kekurangan," kata Rano.
 
Jika ada kekurangan pasokan, dia berjanji akan berkoordinasi dengan Bulog agar rajin operasi pasar. Dalam sidak tersebut, Rano beserta tim gabungan dari BPOM Banten, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Perdagangan Provinsi Banten, juga mengecek keamanan kandungan makanan. 
 
Rano Karno: Kalau tak Mampu Beli Daging, Beli Tetelan Saja
Gubernur Banten Rano Karno saat inspeksi di Pasar Modern BSD, Tangsel, Selasa (21/6/2016). (Metrotvnews.com/Farhan)
 
Berdasarkan pemeriksaan itu, ada sekitar 26 sampel makanan yang diambil. Seluruh sampel itu dinyatakan negatif zat-zat berbahaya.
 
"Semua negatif, kalaupun ada kandungan formalin, masih dalam tahap wajar. Jadi kami meminta agar pengelola pasar terus memantau keamanan makanan ini," bilang dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>