Ilustras. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Ilustras. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Temanggung Siapkan 7 Juta Liter Air Bersih Atasi Kekeringan

Nasional kemarau dan kekeringan krisis air bersih
Antara • 02 Agustus 2020 15:35
Temanggung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyiapkan tujuh juta atau 1.500 tangki air bersih untuk mengatasi daerah kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
 
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono mengatakan berdasarkan pengalaman pada musim kemarau 2019, ada 55 desa di 16 kecamatan yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.
 
"Berdasarkan acuan tersebut, tahun ini kami juga menyiapkan anggaran yang sama seperti tahun lalu untuk menyalurkan sekitar 1.500 tangki air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini," kata dia, Minggu, 2 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah kecamatan yang wilayahnya mengalami kekeringan, antara lain Kandangan, Kaloran, Kranggan, Pringsurat, Jumo, Candiroto, Selopampang, Gemawang, Kledung, Tembarak, dan Kecamatan Tlogomulyo.
 
Baca juga:Positif Covid-19 di Sumenep Tersisa 24 Kasus
 
"Hingga saat ini belum ada daerah yang meminta bantuan air bersih, namun kami sudah siap untuk mendistribusikan air bersih jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ungkap Djoko.
 
Ia menyampaikan saat ini sudah memasuki musim kemarau, bagi masyarakat yang tinggal di daerah kekeringan untuk menyiapkan tandon air atau bak air.
 
"Termasuk tempat pendidikan atau instansi yang selalu kekurangan air bersih, diminta untuk menyiapkan tandon air," sambung dia.
 
Menyinggung pandemi covid-19 yang membutuhkan air untuk mencuci tangan, Djoko menuturkan pihaknya akan memperhatikan hal tersebut.
 
"Permasalahan kebutuhan air, khususnya untuk cuci tangan, akan kita adakan pemantauan bagaimana kebutuhan air bersih bisa terlayani untuk menunjang kebersihan. Utamanya mendukung kebiasaan masyarakat sering cuci tangan untuk mencegah penularan covid-19," jelasnya.
 

(MEL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif