NEWSTICKER
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus penipuan manipulasi data dan order makanan fiktif melalui aplikasi Gojek, di Mapolda Jatim. (Foto: Medcom.id/Amal)
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus penipuan manipulasi data dan order makanan fiktif melalui aplikasi Gojek, di Mapolda Jatim. (Foto: Medcom.id/Amal)

Pelaku Order Makanan Fiktif via Gojek Ditangkap

Nasional penipuan gojek
Amaluddin • 26 Februari 2020 16:56
Surabaya: MZ, 35, ditangkap Polda Jawa Timur lantaran diduga melakukan penipuan bermodus order makanan fiktif via aplikasi Gofood milik Gojek. Warga Sukoharjo, Kota Malang, Jawa Timur, itu meraup untung hingga Rp400 juta dari bonus pembelian makanan melalui aplikasi.
 
"MZ melakukan praktik manipulasi selama tujuh bulan," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Tersangka MZ, beber Luki, menggunakan 30 akun bodong pemilik restoran, 41 akun mitra pengemudi, dan puluhan akun konsumen dalam melancarkan aksinya. MZ mengubah imei pada ponsel menggunakan tiga aplikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku juga menggunakan identitas palsu dari 8.850 nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang didaftarkan untuk nomor ponsel jenis GSM dari provider Axis. "Tersangka memperoleh identitas KTP dari mana, masih dalam penyidikan," jelas Luki.
 
Baca juga:Gojek Rogoh Rp411 Miliar Beli Saham Blue Bird
 
Luki menambahkan penyidik masih melakukan pengembangan kasus. Polisi menduga kejahatan yang dilakukan MZ tidak hanya terkait Gojek, namun juga kriminalitas lainnya.
 
"Apalagi ini dekat dengan Pilkada serentak. Bisa jadi akan digunakan untuk memanipulasi daftar pemilih tetap (DPT)," ungkapnya.
 
Sementara itu, Head Corporate Affairs Gojek Jatim, Alfianto Domy Aji, mengapresiasi, langkah Polda Jatim mengungkap kasus yang merugikan perusahaannya.
 
"Terkait hal-hal teknis, itu ranah kepolisian. Kami yang menemukan indikasi awal dan cepat-cepat koordinasi dengan Polda Jatim," imbuh Domy.
 
Atas perbuatannya, tersangka MZ dijerat Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
 
Baca juga:Sindikat Penipu Order Fiktif Ojek Online Ditangkap
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif