Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto, menunjukkan barang bukti pembunuhan.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto, menunjukkan barang bukti pembunuhan.

Cemburu, Pemuda di Tangerang Cekik Pacarnya hingga Tewas

Nasional pembunuhan
Hendrik Simorangkir • 30 Juni 2020 19:13
Tangerang: Pengalaman gagal menikah ditambah cemburu buta, MS, 20 menghabisi pacarnya, S, 21. MS mencekik S hingga tewas, kemudian jasadnya ditinggalkan di tengah rawa di wilayah Sasmita, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten.
 
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto, mengatakan kejadian pembunuhan berencana tersebut terjadi pada 12 Juni 2020 pukul 05.45 WIB. Pembunuhan keji itu didasari rasa cemburu pelaku kepada korban yang menemukan pesan singkat dengan pria lain.
 
"Setelah diketahui oleh tersangka, ada percakapan yang mungkin menurut tersangka itu membuat cemburu," ujarnya, Selasa, 30 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sugeng menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, korban telah menyakinkannya kalau pesan tersebut sudah lama sebelum dirinya bertemu dengan pelaku melalui Facebook dan menjalin kisah cinta. Ia menambahkan, karena sudah cemburu akhirnya pelaku melancarkan aksinya.
 
"Yang mendasari tersangka sampai melakukan perbuatan pembunuhan adalah latar belakang psikis yang sebetulnya tersangka pernah akan melakukan pernikahan tetapi batal," jelasnya.
 
Baca:Dua Anak yang Tewas di Tangerang Dibunuh Sang Ayah
 
Setelah menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, MS pergi dengan mengambil barang-barang korban, yakni dompet dan telepon genggam.
 
Saat dihadirkan dalam ungkap kasus, MS mengaku menyesal dan khilaf karena cemburu dari masalah sepele. Ia mengatakan, menghabisi S dengan tangan kosong di tepi rawa di kawasan Karawaci.
 
"Iya khilaf menyesal karena cemburu sama dia (korban). Tangan kosong iya," singkat MS.
 
MS dibekuk di kawasan Kecamatan Cibodas Kota Tangerang pada Selasa, 23 Juni 2020. MS ditangkap berserta barang bukti milik korban yaitu telepon genggam dan kendaraan roda dua.
 
Pelaku dijerat Pasal 340 Juncto 338 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama 15 tahun penjara.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif