Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Pasien dengan Pengawasan Ketat di Cianjur Meninggal

Benny Bastiandi • 03 Maret 2020 11:47
Cianjur: Pasien terduga korona covid-19 yang sempat diobservasi dan dirawat di RS Dokter Hafiz Cianjur, Jawa Barat, meninggal, pada Selasa, 3 Maret 2020, sekitar pukul 04.20 WIB. Kondisi kesehatannya terus menurun sebelum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, Bandung, Jawa Barat.
 
"Tadinya pasien yang bersangkutan akan dirujuk ke RSHS Bandung. Tapi dari pemantauan, kondisinya terus menurun. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tak jadi dirujuk," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, kepada wartawan di RSDH Cianjur, Selasa, 3 Maret 2020. 
 
Informasi yang dihimpun, pasien laki-laki berinisial D, 50, tercatat sebagai warga Bekasi, Jawa Barat. D dikabarkan baru pulang dari Malaysia. Namun sepulangnya dari Malaysia, D mengalami batuk dan demam.

D sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi. Kemudian pada 26 Februari, D pulang ke rumahnya meski belum dinyatakan sembuh. Selanjutnya pada 29 Februari, pasien berkunjung ke saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, sembari berobat alternatif.
 
Pada Minggu, 1 Maret 2020, D mengalami sesak napas berat. D selanjutnya dibawa ke RSDH Cianjur. Pada Senin, 2 Maret 2020 hasil pemeriksaan menunjukkan gejala seperti terpapar korona. Kemudian pada Selasa, 3 Maret 2020, D dinyatakan meninggal dan telah dibawa ke Bekasi.
 
Baca: Rumah Warga Depok Terinfeksi Virus Korona Disterilisasi
 
Pasien dengan Pengawasan Ketat di Cianjur Meninggal
Medcom,id
 
Yusman menegaskan, pasien tersebut belum ditetapkan positif terjangkit virus korona alias covid-19. Pihaknya tengah menelusuri kontak terakhir pasien dengan melakukan survei epideminologi ke keluarga yang disinggahi pasien di Kecamatan Ciranjang. 
 
"Saat itu status pasien dalam tahap pengawasan. Meninggalnya juga karena ada penyakit penyerta lain yang memperberat kondisinya. Kami tegaskan, kasus ini belum dinyatakan positif. Kami imbau masyarakat jangan panik," jelas dia.
 
Yusman mengimbau masyarakat selalu mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat (PBHS). Termasuk mengantisipasi dengan mengonsumsi makanan bergizi dan selalu mencuti tangan dengan sabun. 
 
"Kami segera buat surat edaran berkoordinasi dengan OPD lain," tandasnya.
 
Sebelumnya, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kondisi saat ini. Masyarakat diimbau tetap waspada dengan mengantisipasi berbagai kemungkinan.
 
"Kami imbau jangan panik," ucap Herman. 
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>