medcom.id, Batang: Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo memilih pensiun di akhir jabatannya. Namun, sejumlah pihak mendesak pria 43 tahun itu kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Batang pada Pilkada 2017 mendatang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Nur Untung Slamet mengatakan, rakyat membutuhkan sosok Yoyok. Untung menilai Yoyok pantas maju priode kedua.
"Kami selaku mitra memandang kepemimpinan Yoyok mamapu membuahkan hasil dan menjadi kebanggaan warga Batang," kata Untung kepada Metrotvnews.com di sela-sela Festival Anggaran 2016 di Alun-alun Batang, Minggu (13/3/2016).
Untung mencontohkan, pembangunan infrastruktur di Batang tumbuh pesat. Di antaranya pembangunan tugu Adipura dan pembangunan pasar Batang.
"Harapan masyarakat, dia bisa maju kembali. Memang dia sangat sering bilang tidak akan maju. Saya pikir pasti ada yang menyesal kalau dia tidak maju," ujar Untung.
Bendahara DPD II Partai Golkar Batang ini mengungkapkan, pada Pilkada Batang 2011 dia ikut mengusung Yoyok.
"Sampai sekarang belum kelihatan pengganti Yoyok. Saya harap penggantinya tetap menjaga dan mengembangkan sistem yang telah ada," kata Untung.
Ketua DPRD Batang Imam Teguh Raharjo mengatakan, siapa pun tidak berhak memaksa Yoyok untuk maju lagi. Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, Yoyok memiliki hak penuh untuk menentukan.
"Itu hak beliau. Tapi, jelas dari kaca mata saya perjalanan ini terbangun dengan sistem yang baik. Kalau ada penggantinya, harus bisa meniru dia dengan baik," ujarnya.
Sebelumnya, Yoyok sudah menegaskan tidak akan maju pada Pilkada 2017. Hal itu sudah diungkapkan 2,5 tahun lalu. Peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 ini ingin mengubur ambisi politiknya sebagaimana ia mengubur karir militernya. "Saya ingin jadi pedagang saja," kata Yoyok.
Yoyok adalah lulusan Akademi Militer tahun 1994. Ia berdinas aktif hingga 2007. Pangkat terakhirnya Mayor. Yoyok terpaksa mengubur karir tentaranya, untuk berdagang.
Profesi dagang dimintai saat dirinya dinas di Papua dan menyamar sebagai pedagang. "Saya sumpahi anak saya atau keturunan saya tidak ada yang jadi politikus atau kepala daerah," kata dia tegas.
medcom.id, Batang: Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo memilih pensiun di akhir jabatannya. Namun, sejumlah pihak mendesak pria 43 tahun itu kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Batang pada Pilkada 2017 mendatang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Nur Untung Slamet mengatakan, rakyat membutuhkan sosok Yoyok. Untung menilai Yoyok pantas maju priode kedua.
"Kami selaku mitra memandang kepemimpinan Yoyok mamapu membuahkan hasil dan menjadi kebanggaan warga Batang," kata Untung kepada
Metrotvnews.com di sela-sela Festival Anggaran 2016 di Alun-alun Batang, Minggu (13/3/2016).
Untung mencontohkan, pembangunan infrastruktur di Batang tumbuh pesat. Di antaranya pembangunan tugu Adipura dan pembangunan pasar Batang.
"Harapan masyarakat, dia bisa maju kembali. Memang dia sangat sering bilang tidak akan maju. Saya pikir pasti ada yang menyesal kalau dia tidak maju," ujar Untung.
Bendahara DPD II Partai Golkar Batang ini mengungkapkan, pada Pilkada Batang 2011 dia ikut mengusung Yoyok.
"Sampai sekarang belum kelihatan pengganti Yoyok. Saya harap penggantinya tetap menjaga dan mengembangkan sistem yang telah ada," kata Untung.
Ketua DPRD Batang Imam Teguh Raharjo mengatakan, siapa pun tidak berhak memaksa Yoyok untuk maju lagi. Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, Yoyok memiliki hak penuh untuk menentukan.
"Itu hak beliau. Tapi, jelas dari kaca mata saya perjalanan ini terbangun dengan sistem yang baik. Kalau ada penggantinya, harus bisa meniru dia dengan baik," ujarnya.
Sebelumnya, Yoyok sudah menegaskan tidak akan maju pada Pilkada 2017. Hal itu sudah diungkapkan 2,5 tahun lalu. Peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 ini ingin mengubur ambisi politiknya sebagaimana ia mengubur karir militernya. "Saya ingin jadi pedagang saja," kata Yoyok.
Yoyok adalah lulusan Akademi Militer tahun 1994. Ia berdinas aktif hingga 2007. Pangkat terakhirnya Mayor. Yoyok terpaksa mengubur karir tentaranya, untuk berdagang.
Profesi dagang dimintai saat dirinya dinas di Papua dan menyamar sebagai pedagang. "Saya sumpahi anak saya atau keturunan saya tidak ada yang jadi politikus atau kepala daerah," kata dia tegas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)