Ilustrasi guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 24 April 2022. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Ilustrasi guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 24 April 2022. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Guguran Lava Meluncur 43 Kali dari Gunung Merapi Selama Sepekan

Antara • 13 Agustus 2022 20:17
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 43 kali selama pengamatan 5 Agustus hingga 11 Agustus 2022.
 
"Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 43 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter," kata Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Baca: Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.392 Gempa

Agus mengatakan berdasarkan analisis morfologi dari foto udara dengan drone pada 8 Agustus 2022 di Stasiun kamera Tunggularum, Deles5 dan Ngepos, teramati adanya pertumbuhan pada kubah lava di bagian barat daya Merapi.
 
"Pada kubah barat daya teramati adanya pertumbuhan kubah. Volume kubah terhitung sebesar 1.664.000 meter kubik, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Intensitas kegempaan Merapi selama sepekan terakhir, menurut dia, terhitung masih cukup tinggi.
 
Sementara deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada pekan ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
 
"Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ungkap Agus.
 
Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
 
Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima km) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh km).
 
Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga km) dan Sungai Gendol (sejauh lima km).
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif