Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Roberto Pasaribu,
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Roberto Pasaribu,

Komplotan Pedofil Online di 6 Provinsi Kembali Ditangkap

Deny Irwanto • 13 Juli 2022 21:46
Yogyakarta: Penyidik Ditreskrimsus Polda DIY kembali membongkar jaringan pelaku pedofil online yang beraksi di 6 provinsi di Indonesia. Tujuh tersangka ditangkap di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Mereka adalah DS,23, SK, 45, ACP,21, RSA,17, DDI, Diki, 19, AA, 27, dan AM,39.
 
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Roberto Pasaribu, mengatakan penangkapan ini hasil pengembangan tersangka FAS alias Bendo yang ditangkap sebelumnya di Klaten, Jawa Tengah.
 
Baca: Bocah di Yogyakarta Jadi Korban Ekshibisionisme

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terbongkarnya kasus ini berawal dari informasi Bhabinkamtibmas Desa Argosari Sedayu Bantul bahwa ada tiga anak berusia 10 tahun telah dihubungi melalui aplikasi video call seks dari orang yang tidak dikenal.
 
"Kemudian tim Tindak Pidana Siber Ditkrimsus Polda DIY menelusuri informasi tersebut dan menemukan beberapa akun group WhatssApp (WA) dan Facebook yang mendistribusikan konten atau dokumen pornografi anak di media sosial dan media online," kata Roberto di Mapolda DIY, Rabu, 13 Juli 2022.
 
Roberto mengungkapkan dari analisa dan pemeriksaan saksi dan barang bukti digital, diperoleh informasi bahwa pelaku bernama FAS alias Bendol. Maka penyidik melakukan penangkapan terhadap dirinya di Jambukulon, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.
 
Kemudian dari hasil pemeriksaan tersangka diperoleh keterangan nomor-nomor target atau korban usia anak diperoleh melalui pertemanan di Facebook Group dan WA Group. Kelompok ini pun tersebar di enam provinsi yang ada di Indonesia.
 
“Dengan melibatkan bantuan Federal Bureau Investigation (FBI) dan Facebook, akhirnya Polda DIY berhasil menangkap beberapa admin akun WA Grup dan Facebook yang menjual konten pornografi anak itu," jelas Roberto.
 
Dari sejumlah tempat itu pihaknya menangkap DS di kawasan Rajabasa Lampung, Sudiyono alias Kipeli ditangkap di Kecamatan Pabelan, Semarang, Jawa Tengah, CP ditangkap di Wonoasri, Madiun, Jawa Timur. Kemudian RRS di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, DD alias Idol ditangkap di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
 
Kemudian A ditangkap di Dusun Tamban Kecil Tamban Barito Kuala Kalimantan Selatan, serta Arbabi bin Marali ditangkap di Kecamamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.  
 
Roberto menyatakan kedelapan tersangka sudah ditangkap dan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 52 ayat (1)  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif