Sejumlah pelajar mengikuti unjuk rasa di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) malam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sejumlah pelajar mengikuti unjuk rasa di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) malam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Polisi Buru Oknum Penyebar Ajakan Pelajar Demo di DPR

Medcom • 27 September 2019 18:40
Jakarta: Polisi tengah memburu penyebar pesan ajakan terhadap para pelajar untuk berunjuk rasa di DPR pada Rabu, 25 September 2019. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan saat ini penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri dan Siber Polda Metro Jaya berupaya mengungkap identitas akun-akun yang sudah terdeteksi.
 
"Ya tentunya nanti dari Ditsiber Bareskrim dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melalui Sibernya akan memprofiling akun-akun menyebarkan konten yang bersifat ajakan kepada sekolah dan siswa untuk melakukan tindakan demo ke Jakarta," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 27 September 2019.
 
Dedi menjelaskan jika nanti dalam penyelidikan ditemukan adanya unsur pidana, penyidik kemudian akan melakukan penindakan. Penyelidikan ini juga dilakukan dengan menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Selain memburu penyebar ajakan demo, polisi juga akan memberikan literasi digital agar masyarakat paham terutama para siswa. Dedi juga meminta peran KPAI, Kemendikbud, dan para sekolah untuk memberikan edukasi agar kedepannya unjuk rasa tidak berujung rusuh.
 
"KPAI dan Kemendikbud memberikan literasi digital ke masyarakat dan sekolah juga aktif memberikan edukasi ke siswanya," ungkap Dedi.
 
Dedi menduga aksi yang dilakukan mahasiswa dan siswa telah disusupi oleh penumpang gelap yang mempunyai agenda tersendiri. Dugaan tersebut berdasar pada aksi yang awalnya damai, tiba-tiba berakhir ricuh dan memakan korban baik para pedemo maupun anggota kepolisian.
 
"Ada indikasi aksi mahasiswa dan siswa kemarin tidak murni aksi penyampaikan pendapat tapi ada oknum atau penumpang gelap yang memanfaatkan momen agar aksi berakhir ricuh," beber Dedi.
 
Sebelumnya KPAI menyayangkan adanya pelibatan anak dalam aksi yang berujung ricuh di DPR pada Rabu, 25 September 2019. KPAI meminta polisi mengejar penyebar undangan agar para pelajar tingkat SMK ikut melakukan aksi ke DPR.
 
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati meminta Polri mengungkap oknum yang mengajak para pelajar melakukan unjuk rasa di DPR.
 
"Dalam hal ini tentu KPAI prihatin dan mengecam adanya pelibatan anak-anak dalam konteks yang usianya masih anak. KPAi tidak bosan-bosan mengingatkan tempat anak bukan di jalanan, di kerumunan, di situasi yang bahaya bagi anak, dalam konteks demonstrasi," kata Rita saat dikonfirmasi, Kamis, 26 September 2019.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan