Proses persiapan pendistribusian bantuan beras yang dilakukan Kelompok Berbagi Beras (KBB) DIY. (Foto: Dok./KBB
Proses persiapan pendistribusian bantuan beras yang dilakukan Kelompok Berbagi Beras (KBB) DIY. (Foto: Dok./KBB

Berbagi Beras Hingga ke Pelosok

Nasional kegiatan sosial
Ahmad Mustaqim • 22 September 2019 16:41
Yogyakarta: Komunitas Berbagi Beras (KBB) terus bergerak membagi-bagikan beras ke berbagai pelosok daerah di Yogyakarta. Satu kantong beras seberat lima kilogram itu dibagikan kepada masyarakat yang dinilai layak mendapatkan bantuan.
 
“Donatur kami ada 500 orang. Ini donator tetap. Sementara, relawan kami ada 200 orang yang dominan ada di Bantul,” kata anggota KBB Zaenuri kepada Medcom.id, Minggu, 22 September 2019.
 
Kali ini, KBB bergerak menjangkau 784 penerima beras di Kabupaten Bantul. Distribusi dilakukan di Kecamatan Sedayu, Pleret, Dlingo, Sewon, Trirenggo, Imogiri, Kretek, Pundong, Jetis, Bantul, Pajangan, Bambanglipuro, Sanden, Pandak, dan Srandakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian di Kabupaten Kulon Progo, meliputi Kecamatan Lendah, Galur, Kokap, Pengasih, Sentolo, Nanggulan, Kalibawang, dan Panjatan. Adapun di Kabupaten Gunungkidul ada di Kecamatan Saptosari dan Gedangsari. Serta, Kabupaten Sleman ada di Kecamatan Moyudan, Berbah, dan Kalasan. Lalu, Kota Yogyakarta penerima berasal dari Kecamatan Kotagede.
 
“Bulan ini kami mendistribusikan Rp44.028.164 dari donator,” ujar warga RT 5 Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul ini.
 
Ia mengungkapkan, pihaknya hanya melakukan koordinasi dengan setiap koordinator wilayah di masing-masing kecamatan dalam setiap kegiatan itu. Anggota yang tersebar di daerah-daerah tujuan memiliki otoritas untuk memilih siapa saja yang akan menerima beras.
 
“Relawan tugasnya tak hanya distribusi (bantuan) tapi juga penyisiran. Relawan kita dari karang taruna tiap daerah. Hampir per RT ada,” ujarnya.
 
Pemilihan calon penerima bantuan dari anggota di wilayah ini diputuskan berdasarkan penilian tim pengawas. Seluruh laporan dari lapangan akan terdata. Pemberian bantuan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas.
 
Selain beras, tim juga menyalurkan bantuan lima unit kursi roda; 12 karton minyak goreng; lima unit walker atau alat bantu jalan; 10 buah bantal; kasur; selimut; dua karung pakaian batik; dan 13 karton mi instan.
 
Pendistribusian bantuan dilakukan setiap bulan setelah tanggal 10. Sebab, penggalangan donasi ditutup pada hari tersebut.
 
“Kecuali terlalu mepet karena harus persiapan beras, kita undur minggu kedua (setelah tanggal 10), seperti hari ini minggu kedua karena minggu kemarin sangat mepet dengan hari minggu,” kata dia.
 
Ia mengakui, pemberian bantuan ini memang belum merata ke seluruh wilayah. Namun hal ini akan terus dilakukan hingga masyarakat yang kurang mampu tetap mendapatkan bantuan.
 
Berawal dari Alumni SMA Sanden
 
Zaenuri mengatakan, aksi berbagi beras dimulai dari komunitas alumni SMA Sanden Peduli. Kelompok ini telah melakukan kegiatan sosial dalam beberapa tahun.
 
Namun, kata dia, ada kendala saat melihat orang yang sangat miskin dalam memerlukan bantuan. Mereka kemudian memutuskan melakukan kegiatan sosial itu setiap bulan.
 
“Kita sempat kesulitan karena bukan donasi rutin,” ujarnya.
 
Atas dasar itu kemudian diputuskan untuk membuka jaringan lebih luas dengan menghilangkan istilah alumni SMA Sanden. Mereka lantas menamakan diri sebagai Komunitas Berbagi Beras DIY.
 
“Sekarang kami sudah berjalan 1,5 tahunan. Mulai sekitar Mei 2018,” ujarnya.
 
Ia berharap aktivitas ini bisa terus berjalan ke depan. Minimal, komunitas tersebut bisa membantu meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif