Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalai sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 September 2018. Medcom.id/Andi
Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalai sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 September 2018. Medcom.id/Andi

Bos ABU Tours Dipersilakan Bela Diri

Nasional penipuan ibadah umrah Abu Tours Travel
Andi Aan Pranata • 19 September 2018 15:49
Makassar: Sidang perdana kasus travel umrah ABU Tours selesai digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 September 2018. Pada sidang tersebut Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba duduk mendengarkan pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.
 
JPU dikoordinir jaksa Tabrani membacakan 49 lembar dakwaan terhadap Hamzah. Terdakwa dihadapkan pada kasus dugaan penipuan, penggelapan, serta pencucian uang setoran jemaah umrah.
 
Ketua Majelis Hakim Lumban Tobing menyatakan sidang ditunda hingga pekan depan. Terdakwa Hamzah Mamba dipersilakan mempersiapkan eksepsi atau pembelaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lanjutan sidang mundur satu minggu, pada Rabu 26 September," kata hakim.
 
Hakim menyebut waktu satu pekan dapat digunakan terdakwa untuk mempelajari berkas dakwaan. Selanjutnya, akan digelar sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi.
 
"Pemeriksaan saksi akan digelar dua kali satu minggu," ujar hakim.
 
Dalam dakwaannya, Hamzah Mamba diduga merugikan 96.976 calon jemaah umrah ABU Tours. Dia diduga menyelewengkan uang setoran umrah senilai Rp1,2 triliun lebih, karena tidak memberangkatkan jemaah. Uang itu digunakan untuk hal lain di luar kepentingan jemaah.
 
Terdakwa dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, 378 KUHP tentang penipuan, serta Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang.
 
Dalam kasus ABU Tours, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Muhammad Kasim, mantan manajer keuangan perusahaan, juga telah mendekam di Rutan oleh kejaksaan dan menanti pelimpahan ke pengadilan.
 
Dua tersangka lain masih ditahan di Polda Sulsel. Masing-masing Masing-masing istri Hamzah sekaligus Komisaris Nursyahriah Mansyur, serta Komisaris bernama Chaeruddin.
 
"Ketiganya diajukan sebagai tersangka dalam berkas perkara terpisah), baik sebagai orang yang melakukan maupun turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan dengan pasti antara tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2018," kata jaksa.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif