Supangat (52) dan rekan-rekannya melakukan aksi jalan kaki Lumajang - Jakarta untuk menemui Jokowi.
Supangat (52) dan rekan-rekannya melakukan aksi jalan kaki Lumajang - Jakarta untuk menemui Jokowi.

Ingin Sampaikan Aspirasi ke Jokowi, Korban Erupsi Semeru Jalan Kaki Menuju Jakarta

Ahmad Rofahan • 04 Juli 2022 06:54
Cirebon: Sebanyak tiga korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang Jawa Timur, melakukan aksi jalan kaki dari Lumajang ke Jakarta. Aksi ini dilakukan demi bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
 
Mereka hendak menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Jokowi agar bisa membongkar tanggul. Menurut mereka, tanggul tersebut penyebab banjir saat erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.
 
Supangat, (52), warga Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang, berjalan kaki sejak 21 Juni 2022. Ia melakukan aksinya dengan dua rekan satu desanya, yaitu Nur Kholik, (40), dan Masbud, (36).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supangat terpaksa melakukan aksi ini lantaran aspirasi masyarakat Desa Sumberwuluh Lumajang tidak pernah didengarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.
 
"Berkali-kali kami menyampaikan keberatan dengan adanya tanggul yang dibuat oleh pengusaha tambang pasir tersebut, tapi tidak pernah direspons," kata Supangat saat berada di Cirebon, Minggu, 3 Juli 2022.
 
Baca: 1.951 Huntap Dampak Erupsi Semeru Mulai Teraliri Listrik
 
Supangat menuturkan ada sekitar delapan tanggul yang dibuat oleh pengusaha tambang pasir, yang posisinya melintang menutupi arus sungai. Tanggul tersebut dibuat agar pasir-pasir yang terbawa banjir bisa tersangkut dan mengendap dilokasi tanggul sehingga memudahkan para penambang mengeruk pasir.
 
"Namun imbasnya, lahar dingin dan erupsi, berbelok ke perkampungan. Sehingga puluhan rumah di desa saya tenggelam karena lumpur," kata Supangat.
 
Supangat mengungkapkan kehawatiran dirinya akibat dibangunnya tanggul oleh penambang pasir tersebut. Ia mengatakan sudah pernah menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah setempat.
 
Saat erupsi besar Gunung Semeru terjadi, aliran erupsi yang biasanya mengalir lancar, tertahan oleh tanggul-tanggul yang dibuat oleh para penambang.
 
"Membuat aliran erupsi itu berbelok ke perkampungan dan memakan puluhan korban jiwa," kata Supangat.
 
Menurut Supangat, jika tanggul-tanggul tersebut terus berdiri dan dibiarkan, maka kecemasan masyarakat sekitar tidak akan berhenti. Ia berharap pimpinan tertinggi di negara ini bisa memberikan respons dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sumberwuluh.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif