Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berziaran ke makam Pangeran Diponegoro. Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berziaran ke makam Pangeran Diponegoro. Istimewa

Ganjar: Pangeran Diponegoro Patut Diteladani Nilai Perjuangannya

Nasional Makassar Pahlawan Nasional jawa tengah Ganjar Pranowo
Al Abrar • 06 Mei 2022 18:56
Makassar: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri Siti Atiqoh Supriyanti dan anaknya Muhammad Zinedine Alam Ganjar, berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro. 
 
"Kemarin ke Makassar beberapa kali tidak sempat mampir. Hari ini saya senang sama anak sama istri pas lewat di Jalan Diponegoro persis. Alhamdulillah bisa ziarah ke tempat," kata Ganjar usai ziarah di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Mei 2022. 
 
Pangeran Diponegoro lahir di Kesultanan Yogyakarta pada 11 November 1785. Ayahnya benama Sultan Hamengkubowono III dan ibunya R.A. Mangkarawiti berasal dari Pacitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pangeran Diponegoro terkenal karena kepemimpinannya dalam Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang berlangsung pada tahun 1825 sampai 1830. 
 
Baca: Pilpres 2024, PAN Terbuka untuk Mengusung Prabowo, Anies, Hingga Ganjar
 
Ganjar mengatakan banyak nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang bisa diteladani dari sosok Pangeran Diponegoro, khususnya dalam melawan penjajah Belanda. 
 
Ganjar juga menyebut, ada ikatan sejarah antara Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Makassar. Hal ini bisa dilihat dari jubah peninggalan Pangeran Diponegoro dan kursi yang terdapat bekas garuk Pangeran Diponegoro yang dijebak saat berunding dengan Belanda yang disimpan di Museum Kamar Pengabdian Diponegogoro, Magelang, Jawa Tengah. 
 
"Sebuah nilai perjuangan. Nggak ada yang lain. Semangat perjuangan beliau dalam melawan Belanda kan luar biasa. Kalau Jawa Tengah, Jogja, Makassar dalam konteks ini ada ikatan sejarahnya," ujar Ganjar. 
 
"Termasuk kita ada di Magelang, di mana jubahnya Pangeran Diponegoro ada di sana, kursi yang ada di sana digaruk oleh kukunya itu sebuah semangat beliau dalam melawan penjajah. Ini yang membuat kita generasi muda jangan gampang menyerah pada penjajahan dalam bentuk apapun," lanjut Ganjar. 
 
Sementara itu, Raden Bekel Surakso Dipo Hamsah Amsah selaku wareng atau cucu generasi kelima Pangeran Diponegoro yang mendampingi Ganjar ziarah mengaku senang dengan kedatangan Ganjar sekaligus ajang silaturahmi. 
 
Pasalnya, Kodam IV Diponegoro yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah, hampir tiap tahun berziarah ke makam Pangeran Diponegoro. 
 
"Saya mewakili keluarga besar, mengucapkan terima kasih atas kedatangan beliau, sudah meluangkan waktu dan kesempatannya membuka silaturahmi. Semoga beliau sehat selalu bersama keluarga, semuanya sukses dan lancar," ungkap Hamsah.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif