Penyerahan secara simbolis bibit tanaman. Foto: NasDem
Penyerahan secara simbolis bibit tanaman. Foto: NasDem

NasDem Kembangkan Ekosistem Pertanian di Bali

Media Indonesia.com • 21 Maret 2022 13:18
Bali: Partai NasDem mengembangkan ekosistem pertanian di Bali. Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, Ayep Zaki, ikut membidani ekosistem pertanian di Pulau Dewata itu.  
 
"Program pertama saya di Bali adalah memberikan bibit melon untuk ditanam di Kabupaten Jembrana. Kedua memberikan cangkul, pupuk, hingga nutrisi untuk bibit melon kepada DPD NasDem Kabupaten Jembrana," kata Ayep Zaki usai menyerahkan bibit tanaman buah kepada DPD NasDem Jembrana di Intercontinencal Bali Resort, Jimbaran, Kabupatan Badung, Bali, Minggu, 20 Maret 2022. 
 
Pemberian bibit melon, kata Ayep, menjadi salah satu bentuk komitmennya dalam membangun ekosistem pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Selain memberikan bibit melon, bersama Gubernur Akademi Bela Negara, IGK Manila, Ayep juga membagikan bibit kedelai untuk ditanam di lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Jembrana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pegiat pertanian sejak 2005 ini berharap, kolaborasi bersama Ketua DPW NasDem Bali, Julie Sutrisno Laiskodat, Sekretaris NasDem Provinsi Bali I Nyoman Winatha dan Gubernur ABN IGK Manila itu, dapat menjadi salah satu program percontohan budidaya pertanian di Provinsi Bali.
 
Program ini, kata Ayep, merupakan salah satu instruksi langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Surya Paloh meminta paling tidak setiap kabupaten harus menanam kedelai sedikitnya 10 hektare secara konkret agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
 
Baca: 135 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Gempa di Sigi Kembali Digarap
 
IGK Manila mengaku sangat bersemangat untuk kembali membangkitkan pertanian di Bali. Mengingat, sebagai orang Bali dan besar di Bali, dirinya mengaku pernah merasakan pertanian Bali yang kaya.
 
"Masa kecil saya dulu di. Bali dikenal dengan dunia pertanian. Ada yang namanya jeruk bondalem buleleng singaraja, salak bali, dan sistem pengairan sawah yang dikenal dengan subak sangat dikenal. Tapi sekarang itu semua seperti hilang," ujar IGK Manila.
 
Saat ini, kata dia, dunia pertanian di Bali seperti kalah pamor dengan pariwisata yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Namun, karena pandemi covid-19 menghantam selama dua tahun, perekonomian di Bali seperti sempoyongan.
 
"Ini momentun tepat untuk menjadikan dunia pertanian sebagai salah satu sektor yang juga bisa diandalkan untuk mengangkat perekonomian Bali," kata Manila.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif