Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menunjukkan barang bukti penjualan benih lobster dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Rabu (11/5/2022). ANTARA/HO-Polres Jember
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menunjukkan barang bukti penjualan benih lobster dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Rabu (11/5/2022). ANTARA/HO-Polres Jember

Penyelundupan 1.300 Benih Lobster di Jember Digagalkan

Nasional satwa Lobster penyeludupan Jawa Timur
Antara • 12 Mei 2022 08:00
Jember: Tim Kalong Polres Jember, Jawa Timurmenggaga lkan penjualan 1.300 benih lobster dan menangkap seorang pelaku dengan inisial DF warga Kabupaten Jember.
 
"Tim dari Unit Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap penjualan benih lobster di wilayah Puger yang akan dikirim ke Banyuwangi," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo Rabu malam, 11 Mei 2022..
 
Menurutnya satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul ditangkap dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang menjadi penyuplai benih lobster ke DF melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Modus dari pelaku adalah membeli benih lobster tersebut dari oknum yang diketahui berinisial H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember, sedangkan DF menjadi pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan benih lobster tersebut," tuturnya.
 
Baca: 3 Anggota Ditpolairud Polda Sumsel Dibawa Kabur 'Kapal Hantu'
 
Ia mengatakan pelaku mendapatkan benih lobster dari H dan setelah pelaku mendapatkan cukup benih lobster, maka pelaku akan menghubungi pembeli untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas.
 
"Penjualan benih lobster yang dilakukan secara ilegal itu merupakan tindak pidana kejahatan karena dilakukan tanpa izin dan pelaku juga tidak memiliki SIUP, yang diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan," katanya.
 
Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dan Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI Nomor 19 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di mana ancaman untuk pelaku adalah maksimal 8 tahun penjara.
 
Sementara DF mengatakan dirinya sudah melakukan aktivitas sebagai pengepul lobster selama 2 tahun, di mana 1 benih lobster jenis pasir dijual seharga Rp6 ribu per ekor-nya dan untuk jenis benih lobster mutiara dijual seharga Rp10 ribu per ekor-nya.
 
"Untuk pengiriman benih lobster, kami menggunakan plastik yang sudah diberi oksigen untuk pembungkusnya dan dimasukkan ke dalam tas ransel. Kadang pembeli datang ke Jember, namun kadang kami bertemu di kawasan Gunung Gumitir," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif