Amien Rais mengacungkan satu jari usai menghadiri pengajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalbar, Selasa (1/7/2014) - ANT/Jessica Helena Wuysang
Amien Rais mengacungkan satu jari usai menghadiri pengajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalbar, Selasa (1/7/2014) - ANT/Jessica Helena Wuysang

Mirip Sengkuni, Amien Rais Diruwat Warga Yogyakarta

Furqon Ulya Himawan • 16 Oktober 2014 16:50
medcom.id, Yogyakarta: Sengkuni adalah salah satu karakter terkenal dalam dunia perwayangan. Dalam lakon Mahabarata, Sengkuni dikisahkan sebagai patih di Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa.
 
Ia digambarkan memiliki watak licik, senang menipu, menghasut, memfitnah, dan munafik. Sengkuni merupakan gambaran orang yang selalu ingin melihat orang lain tidak bahagia alias sengsara.
 
Di Indonesia, sosok Sengkuni dianggap banyak bermunculan akhir-akhir ini, salah satunya di Yogyakarta. Amien Rais, sebagai tokoh reformasi yang dulu ikut memperjuangkan hak-hak demokrasi rakyat Indonesia, sekarang dianggap telah berubah dan menjadi sosok Sengkuni yang licik dan suka mencederai orang lain.

"Dia (Amien Rais) telah menghianati rakyat Indonesia," kata Agus Sunandar, di depan rumah Amin Rais, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, Kamis (16/10/2014).
 
Agus Sunandar bersama puluhan warga Yogyakarta yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Pelestari Tradisi (Pametri) mendatangi rumah Amein Rais. Kedatangannya tidak untuk bertamu, sehingga ketika rombongan Pametri ditawari makan bakso oleh salah satu orang yang mengaku pewakilan keluarga, Agus menolaknya.
 
Di depan rumah Amien Rais, rombongan mengadakan acara ruwatan yang diikuti oleh Bregodo Srikandi atau prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam upacara itu seorang lelaki berpakaian khas Jawa memasukkan ayam hitam ke dalam kurungan yang tertutup.
 
Ayam lantas dimandikan dengan air kembang dan ketika ayam dikeuarkan telah berubah menjadi putih. "Itu harapan kami, setelah diruwat dan dimandikan, Pak Amien Rais berubah dan sadar," kata Agus.
 
Saat aksi ruwatan yang dilakukan oleh Pemetri, Amien Rais tak ada di rumah. Kata penjaga rumah, majikannya sedang di Jakarta. "Bapak sedang di Jakarta," kata dia.
 
Agus Sunandar yang menjadi kordinator lapangan ruwatan Amien Rais tak kecewa. Mereka tetap melaksanakan acara ruwatan meski Amien Rais nihil. "Kami hanya ingin meruwat, tak bermaksud bertemu Pak Amien," ucap Agus.
 
Agus dan rombongan Pemetri berharap, acara ruwatan yang diadakan siang hari bertepatan dengan kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta itu bisa mengubah dan menyadarkan Amien Rais dan sengkuni-sengkuni politik lainya di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>