Ilustrasi--Warga membawa bayi mereka untuk di timbang berat badanya di Posyandu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi--Warga membawa bayi mereka untuk di timbang berat badanya di Posyandu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: MI/Angga Yuniar)

6 Kabupaten di Sumsel Masuk Zona Merah Stunting

Nasional stunting
Gonti Hadi Wibowo • 07 Februari 2020 10:12
Palembang: Enam kabupaten Provinsi Sumatra Selatan masuk zona merah stunting. Wilayah itu juga masuk kategori miskin
 
Keenam wilayah adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Ogan Ilir, Lahat, Banyuasin, dan Kota Palembang.
 
“Pada 2019 zona merah stunting hanya dua wilayah. Tahun ini bertambah empat. Total, enam wilayah di Sumsel fokus penanganan stunting,” kata Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Lisa Marniyati, Jumat, 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lisa mengatakan status zona merah stunting dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Indikatornya, beberapa wilayah masuk dalam kategori miskin.
 
“Target kita lima tahun ke depan, angka stunting di Sumsel bisa turun di bawah 20 persen," ungkapnya.
 
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel menganggarkan Rp145 miliar dalam upaya mengurangi angka stunting. Ia ingin tahun ini tak ada lagi anak-anak di Sumsel kekurangan gizi.
 
"Saya akan tingkatkan lagi anggarannya menjadi Rp145 miliar agar angka stunting di Sumsel turun drastis,” imbuh Herman.
 
Menurutnya, penyebab utama stunting di Sumsel adalah kurangnya pemenuhan gizi. Hal ini diperparah dengan ibu hamil yang tidak memiliki pengetahuan memadai soal asupan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sejak di dalam kandungan.
 
"Stunting adalah isu paling ditakuti di dunia. Kalau ada permasalahan, orang baru cari ahli gizi. Kenapa? Karena dengan stunting akan dikatakan bahwa negara itu tidak perhatian. Makanya kita harus paham gizi dengan bimbingan tenaga ahli gizi bukan tunggu sakit baru peduli," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif