Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna (berpeci hitam), didampingi Karutan Kelas I A Depok Dedi Cahyadi saat menyerahkan remisi 17 Agustus kepada perwakilan warga binaan. Medcom.id/Okta
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna (berpeci hitam), didampingi Karutan Kelas I A Depok Dedi Cahyadi saat menyerahkan remisi 17 Agustus kepada perwakilan warga binaan. Medcom.id/Okta

720 Warga Binaan Rutan Depok Dapat Remisi Hari Kemerdekaan

Nasional hut ri hut kemerdekaan
Octavianus Dwi Sutrisno • 17 Agustus 2020 17:10
Depok: Sebanyak 720 Warga Binaan Rutan Kelas I Kota Depok, mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia. 14 di antaranya dinyatakan bebas dan satu lainnya mendapatkan program asimilasi di rumah.
 
"Kalau warga binaan yang masuk kategori RU 2 (14 warga binaan), harus menjalani atau membayarkan subsidernya maka dia bisa langsung pulang," kata Kepala Rumah Tahanan Kelas 1 A Kota Depok, Dedy Cahyadi saat ditemui di Rutan Kelas I A, Cilodong Depok Senin, 17 Agustus 2020.
 
Menurut dia jumlah warga binaan yang memperoleh remisi, bisa bertambah. Saat ini pihak Rutan masih menunggu hasil vonis dan eksekusi untuk diusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ini belum final, masih ada potensi bertambah warga binaan yang mendapat remisi," bebernya.
 
Dedy menerangkan, besaran pengurangan masa tahanan terhadap warga binaan bervariasi. Namun intinya harus melampaui beberapa persyaratan utama yaitu berkelakuan baik dan sudah menjalani enam bulan pidana.
 
Kemudian, bagi tahanan yang masuk dalam kategori PP 99 seperti narkoba, korupsi, terorisme belum bisa memperoleh remisi. Sebab mereka harus memenuhi persyaratan Justice Colaborator (JC).
 
"Sementara untuk tahanan anak, ada 25 orang lebih, nanti kita akan pajang siapa saja yang dapat remisi. karena ini belum selesai Minggu depan kemungkinan kita keluarkan susunannya, kita tunggu vonis dan eksekusinya turun untuk diusulkan," paparnya.
 
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Depok mengapresiasi pembinaan terhadap para narapidana di dalam Rutan. Sebab, tidak hanya sanksi atas perbuatan, warga binaan juga mendapatkan bimbingan sosial dan bekal pengembangan kreativitas yang berguna saat mereka bebas.
 
"Saya lihat sendiri kreativitas yang dihasilkan warga binaan seperti seni musik, lukisan, dan kreativitas lainnya ini menjadi prospek usaha mandiri kedepannya setelah mereka keluar dari penjara," tegasnya.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif