Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Munculkan Kemacetan

Nasional pemerintah daerah yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 03 November 2020 18:47
Yogyakarta: Uji coba Malioboro jadi semi pedestrian mulai Selasa, 3 November 2020, memunculkan sejumlah masalah. Mulai dari kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar maupun membuat warga sempat kebingungan.
 
Pantauan Medcom.id, penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Letjen Suprapto. Ruas jalan di barat Malioboro yang semula dua arah dibuat jadi satu arah. Di ruas jalan tersebut terjadi penumpukan kendaraan ratusan meter. Padahal, ruas jalan itu tak pernah terjadi kepadatan kecuali saat musim liburan.
 
Dampak lain juga terjadi di sejumlah ruas jalan di sekitar Malioboro. Antrean di lampu lalu lintas menjadi lebih panjang dan masa tunggu lebih lama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sejumlah warga mengeluh karena harus menambah durasi tempuh. Dari semula ke tempat kerja di ruas jalan yang dua arah harus melintasi jalan lain karena dijadikan satu arah.
 
Seorang warga Yogyakarta, Rifki menjadi salah satu yang mengeluhkan itu. Ia menilai, kondisi itu cukup merepotkan sejumlah pengendara.
 
"Jadi kayak menambah macet nambah macet itu lho. Tambah lama di jalan,” kata pengemudi ojek online ini.
 
Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Munculkan Kemacetan
Sejumlah wisatawan saat berjalan kaki di area Malioboro yang diuji coba semi pedestrian.
Medcom.id/ahmad mustaqim

Selain Rifki, ada sejumlah warga yang tampak kebingungan saat mengetahui jalan yang biasa dilintasi menjadi satu arah. Pengendara itu kemudian diarahkan petugas mencari jalur lain.
 
Hampir di setiap ruas jalan yang diubah rute maupun jadi satu arah dijaga minimal dua petugas. Petugas yang berjaga mulai dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga Satuan Polisi Pemong Praja (Satpol PP). Petugas berasal dari pemerintah Kota Yogyakarta maupun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, mengatakan, uji coba hari pertama dimulai sejak pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB. Rekayasi lalu lintas dengan sistem giratori atau berlawanan arah jarum jam memang membuat sejumlah ruas jalan dari satu arah.
 
Jalan yang jadi satu arah yakni Jalan Mataram dan Jalan Suryotomo (dari selatan ke utara), Jalan Pasar Kembang, Jalan Abu Bakar Ali (timur ke barat), Jalan Letjen Suprapto (utara ke selatan), serta Jalan Gandekan dan Jalan Bhayangkara (selatan ke utara). Selain itu, jalan sirip-sirip Malioboro dijadikan dua arah.
 
“Uji coba pembatasan kendaraan bermotor di Malioboro hanya dilakukan pukul 11.00-22.00 WIB khusus hari ini. Setelah itu, hingga 15 November, pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB,” kata dia.
 
Dwi Panti mengatakan, uji coba giratori di sekitar jalan Malioboro tetap diberlakukan 24 jam hingga 15 November mendatang. Sementara, transportasi yang dibolehkan melintas di Malioboro seperti sepeda, becak, Trans Jogja, serta kendaraan khusus semacam mobil patroli, pemadam kebakaran, dan  ambulan. Becak motor dengan kapasitas terbatas masih diperbolehkan.
 
“Kita coba dulu dan evaluasi dalam jangka waktu tertentu. Memang mace, crowded, bising, polusi. Kita tata dan harus diuji coba,” ucapnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif