Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

3 Pendeteksi Longsor di Pekalongan Rusak

Media Indonesia.com • 30 Oktober 2020 12:35
Pekalongan: Bencana tanah longsor menjadi ancaman serius di enam kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tiga dari tujuh alat peringatan dini (Early Warning Sistem) pendeteksi tanah bergerak kini rusak.
 
"Ada tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak dalam keadaan rusak, maka saat hujan datang diharapkan warga tinggal di perbukitan di kecamatan rawan longsor waspada," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan, Budi Raharjo, Jumat, 30 Oktober 2020. 
 
Kecamatan rawan longsor di Kabupaten Pekalongan yakni Kecamatan Kandangserang, Petungkriyono, Doro, Lebakbarang, Paninggaran dan Talun. Kecamatan tersebut secara geogeafis berada di pegunungan yang berbatasan dengan daerah Banjarnegara.

Baca: Ciamis Tetapkan Siaga Darurat Bencana
 
Sedangkan tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak yang rusak merupakan bantuan dari Provinsi Jateng berada di Desa Bojongkoneng, Desa Luragung dan Desa Wangkelang di Kecamatan Kandangserang.
 
Sementara empat alat lainnya cukup aman berada di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Desa Kaliombo dan Desa Werdi di Kecamatan Paninggaran.
 
Selain ancaman bencana tanah longsor, bencana banjir dan rob juga patut diwaspadai. Beberapa kecamatan yang rawan bencana banjir yaitu Kecamatan Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto dan Sragi yang berada di darah pesisir pantura.
 
"Kita sudah petakan semua wilayah rawan bencana, maka mengantisipasi bencana dan penanggulangannya kita berkoordinasi dan komunikasi dengan jajaran terkait seperti TNI, Polri, dinas terkait, PMI dan relawan," imbuhnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>