Ilustrasi aliran lava di Gunung Semeru. (Foto: Dok. TNBTS)
Ilustrasi aliran lava di Gunung Semeru. (Foto: Dok. TNBTS)

Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu Setinggi 600 Meter

Nasional erupsi gunung
Daviq Umar Al Faruq • 17 April 2020 18:28
Malang: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur meningkat selama periode 1-16 April 2020. Secara visual, aktivitas terlihat didominasi oleh guguran lava dan semburan kolom abu vulkanik.
 
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi menghasilkan kolom berwarna kelabu setinggi 400-600 meter di atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi, terpantau embusan gas dari kawah Jonggring Seloko berwarna putih kelabu dengan tinggi 200-400 meter.
 
"Aktivitas guguran lava pijar teramati ke arah Besuk Bang, Besuk Kobokan, dan Besuk Kembar dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari pusat guguran," kata Liswanto dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Jumat 17 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Liswanto menambahkan sinar api diam terpantau setinggi 10-20 meter dari Kawah Jonggring Seloko. Bahkan, pagi tadi sekitar pukul 06.08 WIB, Jumat 17 April 2020 Semeru mengeluarkan guguran awan panas sejauh 2.000 meter.
 
"Pusat guguran lebih kurang 1.000 meter dari kawah ke arah Besuk Bang," bebernya.
 
Selain itu, tercatat pula aktivitas gempa di Gunung Semeru selama periode 1-16 April 2020 yang masih tinggi. Aktivitas didominasi oleh jenis gempa letusan, guguran, dan embusan.
 
Gempa letusan rata-rata terekam 25 kali kejadian per hari, gempa embusan 19 kejadian per hari, dan gempa guguran enam kejadian per hari. Jumlah gempa guguran meningkat sejak 5 April 2020, sedangkan gempa letusan meningkat sejak tanggal 8 April 2020.
 
"Selain itu, terekam gempa-gempa vulkanik dalam jumlah yang tidak signifikan. Pada 17 April 2020 terekam gempa awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 7 milimeter dan lama gempa 300 detik," jelasnya.
 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya Gunung Semeru hingga 17 April 2020, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru dinilai masih dalam Level II (Waspada). Tidak terdeteksi adanya peningkatan ancaman potensi bahaya.
 
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif dan di wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan–tenggara yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru sebagai alur luncuran awan panas guguran," jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif