Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

GPS Pesawat Jatuh di Danau Sentani Diinvestigasi

Nasional kecelakaan pesawat
Roylinus Ratumakin • 14 Mei 2020 11:46
Jayapura: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi penyebab jatuhnya pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) type Kodiak PK-MC K-100 di Danau Sentani, Jayapura, Papua. Global Positioning System (GPS) pada pesawat itu telah diambil, dan segera dikirim ke Jakarta untuk disellidiki.
 
Perwakilan KNKT Papua, Norbertus Tunyanan, menuturkan pesawat tersebut tidak memiliki kotak hitam maupun voice recorder. Tapi memiliki GPS yang menyimpan data dan parameter pesawat.
 
"Data GPS bisa dianimasikan untuk mengetahui pergerakan pesawat, kecepatan perputaran engine, kita berharap GPS tidak rusak," kata Norbertus, Kamis, 14 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Kronologi Jatuhnya Pesawat di Danau Sentani
 
Dia mengungkap GPS masih dipegang pihak MAF. GPS tersebut akan diserahkan ke KNKT esok, Jumat, 14 Mei 2020, selanjutnya dikirim ke Jakarta untuk diselidiki.
 
"Pesawat juga sudah ditarik masyarakat ke pinggir danau," ujarnya.
 
Pesawat tersebut jatuh pada Selasa, 12 Mei 2020, di Danau Sentani, Jayapura, Papua. Kecelakaan itu menyebakan pilot berkebangsaan Amerika, Joice Lin meninggal.
 
Pesawat dinyatakan jatuh sekitar pukul 06.29 WIT. Namun sesaat setelah take-off dari Bandara Sentani pukul 06.27 WIT, pesawat menyatakan Mayday dan meminta Return to Base (RTB). Namun pesawat kemudian hilang di monitor radar, pada ketinggian 900 kaki.
 
Pesawat melayani penerbangan tidak berjadwal, dengan rute penerbangan Sentani (WAJJ)-Tolikara (WAVS). Pesawat membawa muatan kargo dengan satu kru pesawat tanpa penumpang.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif