Ilustrasi/ Medcom
Ilustrasi/ Medcom

Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir di Aceh Barat Ditaksir Rp34,5 Miliar

Antara • 23 November 2023 12:42
Aceh: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan kerugian sementara dari kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir di daerah tersebut mencapai Rp34,5 miliar lebih.
 
“Kami sedang mengupayakan pelaporan kerusakan akibat bencana alam banjir ini ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Kurdi di Meulaboh, Kamis, 23 November 2023.
 
Adapun kerusakan akibat banjir di Kabupaten Aceh Barat di antaranya jembatan gantung Cot Manggi-Tamping, Kecamatan Panton Reue dengan estimasi kerugian sebesar Rp6 miliar. Lalu, jembatan gantung Tanjung Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI senilai Rp2 miliar.
Kemudian abutmen jembatan rangka baja Gaseu-Sipot, Kecamatan Sungai Mas senilai Rp2,5 miliar, talud dan bahu rangka baja Babah Krueng Manggi, Kecamatan Panton Reue Rp800 juta.
 
Selanjutnya, kerusakan jalan meliputi Meunasah Rayeuk-Pante Cermen termasuk talud, timbunan dan drainase sepanjang 80 meter mencapai Rp750 juta. Kemudian, kerusakan ruas Jalan Kajeung-Tungkop, Kecamatan Sungai Mas dengan 3 titik penanganan termasuk talud, drainase Sungai Mas-Woyla sepanjang 100 meter mencapai Rp1 miliar.
 
"Kerusakan ruas Jalan Kajeung-Seradeuk, Kecamatan Sungai Mas dengan lima titik penanganan ditambah talud dan drainase sepanjang 60 meter di lintasan Sungai Mas-Woyla Timur senilai Rp500 juta," ujar dia.
 
Banjir juga merusak talud Jalan Pasie Jeumpa, Kecamatan Kaway XVI dan bahu jalan sepanjang 60 meter senilai Rp500 juta.
 
Baca: 41 Desa di Nagan Raya Aceh Terendam Banjir

Tidak hanya itu, banjir juga turut menyebabkan kerusakan tebing Sungai Krueng Woyla di Desa Paya Baro WT sepanjang 250 meter dengan estimasi kerusakan Rp6,5 miliar. Lalu, kerusakan tebing Sungai Krueng Meureubo di Desa Lango, Pante Cermen, Semantok, Babah Lueng, Alue Kemang, Kecamatan Panton Reue sepanjang 500 meter senilai Rp12 miliar.
 
Banjir menyebabkan kerusakan saluran irigasi meliputi Desda Lango. Semantok, Lawet, Ketambang, Canggai, Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat dengan estimasi kerusakan senilai Rp2 miliar.
 
Kurdi mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini sedang menyiapkan proposal yang rencananya akan diajukan ke BNPB, sehingga diharapkan dampak kerusakan akibat bencana alam dapat segera teratasi.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif