ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Satgas Pangan di Jatim Batasi Penerimaan Sapi dari Daerah Wabah PMK

Nasional Hewan Ternak sapi Jawa Timur Satgas Pangan
Amaluddin • 11 Mei 2022 15:54
Surabaya: Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Jawa Timur, terdeteksi di empat daerah. Tim Satgas Pangan Polda Jatim pun melakukan langkah antisipasi guna mencegah PMK tersebut. 
 
"Kami akan melakukan pembatasan lalu lintas pada hewan ternak dari dan menuju daerah wabah, serta melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang sehat," kata Ketua Satgas Pangan Jatim, Kombes Farman, dikonfirmasi, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Menurut Farman, PMK telah menyerang sekitar 1.247 ekor ternak sapi di empat kabupaten di Jatim, yakni Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto. Farman pun memastikan akan ketersediaan obat untuk pengobatan hewan terjangkit PMK. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memastikan ketersediaan obat-obatan dalam rangka melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yg terkena wabah PMK," katanya. 
 
Baca: 1.200 Sapi di Aceh Tamiang Terinfeksi PKM, Pasar Hewan Lockdown
 
Farman menyebut ada beberapa langkah mencegah penyebaran PMK di Jatim. Di antaranya berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Jatim, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Bea dan Cukai, serta Balai Karantina dan Pusat Veteranian Farma (Pusvetma). 
 
"Kami juga mengeluarkan telegram kepada jajaran Polres untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan terna," ujarnya. 
 
Kasus PMK pertama yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Gresik pada 28 April 2022. Sebanyak 402 ekor sapi potong terjangkit PMK yang tersebar di lima kecamatan dan 22 desa. Kasus kedua terjadi pada 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan.
 
Hingga saat ini, terkonfirmasi 140 ekor sapi yang tersebar di tiga kecamatan dan enam desa. Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo, kasus serupa tercatat menjangkiti 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau yang tersebar di 11 kecamatan dan 14 desa.
 
Sedangkan kasus keempat dilaporkan terjadi pada tanggal 3 Mei 2022, di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 148 ekor sapi potong yang tersebar di sembilan kecamatan dan 19 desa mengalami indikasi terjangkit PMK.
 
"Secara klinis, penyakit ini tidak masalah karena tidak menular ke manusia. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik," ujar dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif