Pelaksanaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona di sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Pelaksanaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona di sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Hasil Tes PCR 23 Sekolah di Kudus Negatif Covid-19

Nasional tes virus korona Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka tes PCR
Antara • 18 Januari 2022 18:52
Kudus: Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melaksanaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap siswa dan guru dengan jumlah sampel 805 orang di 23 sekolah. Hasilnya, seluruh sampel negatif covid-19.
 
"Sasaran tes PCR di masing-masing sekolah antara 20-40 orang, sedangkan sasarannya tidak hanya 23 sekolah, melainkan seluruhnya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, di Kudus, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Ia mengatakan tes PCR untuk mengetahui ada atau tidaknya virus penyebab korona terus berjalan sesuai jadwal pelaksanaan. Karena targetnya memang sekolah di semua jenjang sebagai antisipasi penyebaran covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andini mengungkapkan pengambilan sampel spesimen masih akan berlanjut hingga beberapa waktu ke depan. Apalagi, sudah terjadwalkan oleh masing-masing Puskesmas.
 
Meskipun dari hasil sementara tidak ada temuan siswa maupun guru yang positif, masyarakat khususnya yang beraktivitas di sekolah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
 
Baca juga: Dinkes Jatim Tunggu Info dari ITD Unair Terkait Covid-19 Lokal
 
"Karena selain vaksinasi, protokol kesehatan menjadi poin wajib untuk mencegah masyarakat Kudus terpapar covid-19," ujarnya.
 
Kepala Seksi (Kasi) Surveilance Imunisasi Dinkes Kudus Aniq Fuad menambahkan tes PCR diharapkan menjadi syarat penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen.
 
Untuk itu, Dinkes Kudus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus terkait pelaksanaan penapisan (skrining) kesehatan bagi siswa dan guru, sehingga sekolah yang menyelenggarakan PTM 100 persen dipastikan sudah melakukan penapisan. Terlebih, reagen dan peralatannya tersedia.
 
"Dengan demikian, anak didik yang melaksanakan pembelajaran tatap muka juga terpantau dengan baik. Kalaupun ada yang menolak diharapkan tidak diizinkan menggelar PTM 100 persen," terang dia.
 
Jumlah sekolah di Kabupaten Kudus, untuk jenjang SD ada 423 sekolah, baik negeri maupun swasta, SMP ada 51 sekolah, dan SMA dan sederajat ada 70 sekolah.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif