Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho menggelar ungkap kasus terkait pelaku pencabulan.
Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho menggelar ungkap kasus terkait pelaku pencabulan.

Modus 'Khodam', 11 Anak di Tangerang Disodomi Guru Ngaji

Hendrik Simorangkir • 10 Februari 2022 14:15
Tangerang: AA, 24, guru ngaji di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang tega melakukan pencabulan terhadap anak didiknya. Sebanyak 11 anak dicabuli pelaku.
 
"Kesemuanya anak laki-laki dengan kisaran usia 8-11 tahun. Pelaku melakukan itu dengan cara akan memberikan khodam (ilmu sakti) kepada korban melalui anus/dubur, sehingga korban dapat dicabuli dengan cara disodomi," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho, Kamis, 10 Februari 2022.
 
Zain menuturkan, pelaku melakukan aksinya tersebut di tempat ibadah yang dipergunakannya tiap hari untuk memberikan ilmu agama kepada anak didiknya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang menurut saya cukup miris itu, dia (pelaku) melakukannya (pencabulan) di tempat pengajiannya dan korbannya anak didiknya. Ini tragis," ungkapnya.
 
Baca juga: Korban Pemerkosaan Ayah Kandung di Maluku Jalani Trauma Healing
 
Menurut Zain, dari hasil pemeriksaan didapati 11 korban yang diakui oleh AA telah melakukan pencabulan, namun baru tiga korban yang melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
 
Pihaknya akan terus mendalami korban-korban lainnya guna mengetahui berapa banyak korban dari aksi AA.
 
"Dia (pelaku) lupa jumlah pasti korbannya. Makanya kita sedang dalami korban-korban yang lain, sehingga bisa mengetahui berapa banyak AA melakukan hal tersebut kepada anak didiknya yang lain," jelasnya.
 
Saat ini, Zain menambahkan para korban dari kelakuan bejat AA tengah dalam pengawasan dan dilakukan trauma healing.
 
Baca juga: Densus 88 Temukan Buku Keagamaan dan Belati di Rumah Terduga Teroris Bantul
 
"Selain itu, kita bekerja sama dengan LPSK untuk perlindungan terhadap saksi dan korban," ucap dia.
 
AA dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman maksimal 15 tahun.
 
"Tentunya akan diperberat 1/3 karena aturannya bahwa orang tua, wali, guru atau tenaga pengajar ancamannya bakal ditambah 1/3," jelas Zain.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif