medcom.id, Pontianak: Tim Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, menggeser titik pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Pencarian yang semula terfokus di perairan sekitar Ketapang hingga Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, beralih ke Pulau Nangka, Bangka Belitung.
"Kami mengikuti instruksi dari posko pusat (pencarian) di Belitung," kata Kepala Kantor SAR Pontianak Slamet Riyadi, di Pontianak, Senin (29/12/2014).
Tim pencari mulai bergerak ke Pulau Nangka sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka menggunakan dua rigit inflatable boat berukuran 12x9 meter berkekuatan masing-masing 200 dan 250 PK, dan satu rescue boat berukuran 36x7 meter.
Tim bergerak sembari melakukan penyisiran di sepanjang perairan Kalimantan Barat hingga Bangka Belitung. Cuaca saat penyisiran cerah dan jarak pandang normal. Namun, pencarian belum membuahkan hasil. "Tinggi gelombang sekitar 1-1,5 meter, jauh lebih baik daripada kemarin yang mencapai 3-3,4 meter," jelas Slamet.
Penyisiran juga dilakukan pihak Kodam Tanjungpura melalui jalur udara. Penyisiran dipimpin Komandan Kodam Tanjungpura Mayjen Toto Rianto.
Mereka terbang dari Bandara Supadio dengan menggunakan helly bell sekitar Pukul 07.00 WIB dan kembali lagi sekitar Pukul 14.00 WIB. "Kami sempat dua kali mengisi bahan bakar selama penyisiran," kata Asisten Intel Kodam Tanjungpura Kolonel Andi Rizal, sesaat setelah mendarat di Supadio.
Tim udara ini menyusuri pinggir pantai Ketapang dan kendawangan hingga ke Pulau Bawal. Mereka pun tidak menemukan jejak keberadaan bodi pesawat AirAsia. "Tidak ditemukan tanda-tanda, seperti serpihan pesawat atau tumpahan minyak di laut," pungkas Andi.
medcom.id, Pontianak: Tim Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, menggeser titik pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Pencarian yang semula terfokus di perairan sekitar Ketapang hingga Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, beralih ke Pulau Nangka, Bangka Belitung.
"Kami mengikuti instruksi dari posko pusat (pencarian) di Belitung," kata Kepala Kantor SAR Pontianak Slamet Riyadi, di Pontianak, Senin (29/12/2014).
Tim pencari mulai bergerak ke Pulau Nangka sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka menggunakan dua
rigit inflatable boat berukuran 12x9 meter berkekuatan masing-masing 200 dan 250 PK, dan satu
rescue boat berukuran 36x7 meter.
Tim bergerak sembari melakukan penyisiran di sepanjang perairan Kalimantan Barat hingga Bangka Belitung. Cuaca saat penyisiran cerah dan jarak pandang normal. Namun, pencarian belum membuahkan hasil. "Tinggi gelombang sekitar 1-1,5 meter, jauh lebih baik daripada kemarin yang mencapai 3-3,4 meter," jelas Slamet.
Penyisiran juga dilakukan pihak Kodam Tanjungpura melalui jalur udara. Penyisiran dipimpin Komandan Kodam Tanjungpura Mayjen Toto Rianto.
Mereka terbang dari Bandara Supadio dengan menggunakan helly bell sekitar Pukul 07.00 WIB dan kembali lagi sekitar Pukul 14.00 WIB. "Kami sempat dua kali mengisi bahan bakar selama penyisiran," kata Asisten Intel Kodam Tanjungpura Kolonel Andi Rizal, sesaat setelah mendarat di Supadio.
Tim udara ini menyusuri pinggir pantai Ketapang dan kendawangan hingga ke Pulau Bawal. Mereka pun tidak menemukan jejak keberadaan bodi pesawat AirAsia. "Tidak ditemukan tanda-tanda, seperti serpihan pesawat atau tumpahan minyak di laut," pungkas Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)