Petugas dari Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat, melakukan eksekusi terhadap lahan dan bangunan di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, Senin (16/12/2019). ANTARA/Ahmad Fikri
Petugas dari Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat, melakukan eksekusi terhadap lahan dan bangunan di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, Senin (16/12/2019). ANTARA/Ahmad Fikri

Sekolah PAUD Harus Dikosongkan karena Kalah Sengketa

Nasional sengketa lahan
Antara • 16 Desember 2019 18:14
Cianjur: Puluhan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) Almarwiyah di Kampung Maleber, Desa Meleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan. Hal tersebut terjadi lantaran bangunan sekolah yang mereka tempati harus dikosongkan karena kalah sengketa.
 
"Bangunan sekolah yang kami tempati harus dikosongkan karena masuk dalam lahan yang dieksekusi Pengadilan Negeri Cianjur. Kami belum tahu akan pindah kemana, kami baru tahu kalau bangunan ini dalam sengketa," kata seorang guru Euis Syadiah di lokasi, Senin, 16 Desember 2019.
 
Pengosongan bangunan sekolah gratis tersebut dilakukan setelah keluar putusan eksekusi dengan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur dengan nomor 3/PDT/EksLelang/2019 pada 25 September 2019 serta berita acara teguran pada tanggal 3 dan 15 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Euis menjelaskan pengosongan bangunan bertepatan dengan penghitungan nilai untuk pembagian raport semester awal yang rencananya akan dilakukan pekan depan, namun saat ini mereka terpaksa harus berkemas dan mengosongkan seluruh ruangan.
 
"Kami pernah meminta keringanan agar dapat diizinkan menuntaskan tahun ajaran, namun tidak ada kebijakan, sehingga kami masih kebingungan mau pindah ke mana. Untuk sementara siswa kami liburkan," jelas Euis.
 
Menurut Euis pihaknya telah menempati bangunan tersebut sejak tahun 2010, tanpa dipungut biaya sepeserpun dari pemilik. Namun setelah adanya putusan dari PN Cianjur, pihaknya belum dapat mencari tempat baru.
 
"Kami pun mengratiskan semua biaya pendidikan bagi siswa, sehingga kami tidak tahu harus mencari tempat di mana yang harga sewanya terjangkau," ungkap Euis.
 
Siswa PAUD terancam tidak dapat melanjutkan kegiatan belajar hingga akhir tahun ajaran, tidak hanya siswa PAUD, bangunan tersebut selama ini, juga digunakan untuk kegiatan belajar agama, puluhan anak di Desa Maleber yang terancam tidak dapat lagi berjalan seperti biasa.
 
Sementara eksekusi yang dilakukan PN Cianjur, dijaga ketat puluhan aparat kepolisian dari Polres Cianjur. Proses pengosongan lahan dan bangunan berjalan aman dan tertib. Bahkan pengurus PAUD dibantu orang tua siswa mengosongkan seluruh ruangan dan membawa barang-barang mengunakan kendaraan bak terbuka.
 
Dedi pihak pemohon eksekusi, mengatakan sudah memberi waktu sejak beberapa bulan yang lalu pada penghuni sejumlah bangunan di lahan sengketa tersebut, namun hingga batas waktu tidak indahkan.
 
"Termasuk pada pengurus dan guru PAUD, kami sudah meminta untuk dikosongkan sejak bulan Juni, termasuk bangunan yang ditempati termohon. Namun sampai eksekusi dilakukan mereka tetap bertahan," kata Dedi saat dikonfirmasi.
 
Ia menjelaskan lahan dan bangunan sudah menjadi milik pemohon eksekusi atas lelang sebidang tanah seluas 1.490 meter persegi, berdasarkan risalah lelang nomor 1228/32/2019 yang dikeluarkan pejabat lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor pada 8 Agustus.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif