Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi (berpeci) saat menerima penghargaan. Foto: Istimewa
Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi (berpeci) saat menerima penghargaan. Foto: Istimewa

Desa Panggungharjo Bantul Raih Penghargaan Tingkat ASEAN

Nasional bumdes
Ahmad Mustaqim • 09 November 2019 17:42
Bantul: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima penghargaan di Myanmar. Penghargaan di tingkat ASEAN ini diterima di Nay Pyi Taw, Myanmar pada Jumat malam, 8 November 2019.
 
Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, mengatakan dirinya datang langsung mewakili BUMDes Panggung Lestari, menerima penghargaan 4th ASEAN Leadership Award on Rural Development and Poverty Eradication. Ia menjelaskan, hal tersebut suatu wujud penghargaan yang diberikan oleh masyarakat ASEAN atas kepemimpinan yang dipandang memegang peranan penting dalam pembangunan desa dan pengurangan kemiskinan.
 
"Sesuatu hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, karena ketika pada tahun 2013 awal, pada saat pemerintah desa berinisiatif untuk mendirikan kelembagaan BUMDes," kata Wahyudi saat dihubungi, Sabtu, 9 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wahyudi menjelaskan inisiatif pembuatan BUMDes dilakukan semata ingin membangun pola hubungan yang baru antara pemerintah desa dan warga desa agar tidak hanya bersifat administratif. Keberadaan BUMDes dengan lebih dari lima unit usaha ini bisa memberikan pelayanan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan warga desa.
 
"Sekaligus untuk memberi nilai manfaat atas bentang hidup yang tergelar di dalam kehidupan warga desa," ungkap Wahyudi.
 
Selain itu BUMDes Panggung Lestari juga memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat. Ada lima unit usaha di BUMDes Panggung Lestari, yakni lengelolaan sampah minyak goreng bekas, Kampung Mataraman, swalayan, tamanu oil, dan agro pertanian.
 
Setidaknya lebih dari 90 warga Desa Panggungharjo bekerja di BUMDes Panggung Lestari. Mereka diberikan gaji sesuai UMK.
 
Sementara, kebutuhan pokok di unit usaha BUMDes diambil dari hasil usaha maupun pertanian warga. Jika warga tak mampu memenuhi, pihak BUMDes baru kemudian belanja di pasar.
 
"Kalaupun upaya tersebut pada akhirnya memberi efek dorong bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi, itu hanya sebagai bagian kecil saja dari luasnya peran dan tanggung jawab negara kepada warganya," kata dia.
 
Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantunya membangun desa. "Jangan tinggalkan desa, karena desa layak diperjuangkan," ujarnya.
 
Dihubungi terpisah, Direktur BUMDes Panggung Lestari, Eko Pambudi, berharap ke depan pihak desa bisa mengembangkan usaha dengan dampak manfaat lebih besar bagi masyarakat. Misalnya, bisa ikut berperan menyelesaikan masalah-masalah yangg ada di tingkatan warga desa. "Ini membuktikan diri bahwa desa bisa," ucap Eko.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif