Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga menyampaikan pengungkapan kasus prostitusi online di Polda Kepri, Jumat, 15 Februari 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga menyampaikan pengungkapan kasus prostitusi online di Polda Kepri, Jumat, 15 Februari 2019. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna.

Polda Kepri Ungkap Prostitusi Melalui Aplikasi Pesan

Nasional prostitusi online
Anwar Sadat Guna • 15 Februari 2019 20:07
Batam: Tim Subdit V Ditreskrimum Polda Kepri kembali mengungkap kasus prostitusi online di Batam. Kali ini tersangkanya pria berinisial AA, 32 tahun. Tersangka mengoperasikan aplikasi pesan dengan tiga akun untuk memperdagangkan 65 perempuan. AA beroperasi sejak tahun 2015.
 
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, prostitusi tersebut terungkap setelah Tim Subdit V Ditreskrimum Polda Kepri menyelidiki jaringan tindak kejahatan tersebut sejak Januari 2019.
 
Tim Subdit 5, kata Erlangga, berhasil masuk dalam sistem yang kendalikan AA dan mendalami kegiatan tersangka di tiga akun medsos wechat, yakni Miss Evve, Ms Evve, dan Sofie.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari penyelidikan tersebut, polisi mendapati ada 65 perempuan yang dimasukkan dalam jaringan prostitusi online di tiga akun yang digunakan AA. Kasus ini berhasil diungkap pada Jumat, 8 Februari 2019," kata Erlangga di Polda Kepri, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Erlangga menjelaskan, harga yang ditawarkan kepada pemesan bervariatif, mulai Rp400 ribu hingga Rp1 juta. "Rata-rata usia wanita yang ditawarkan tersangka yakni usia 20 hingga 25 tahun," je;as Erlangga.
 
Cara tersangka menawarkan wanita tersebut, sambung Erlangga, dengan menampilkan foto di aplikasi pesan. Uniknya, tersangka AA mengendalikan aksi jahatnya dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
 
"Tersangka menjalankan aksinya sejak 2015 dan baru pada Desember 2018 kemarin di ke Karawang. Ternyata dia mengendalikan aksinya dari sana. Dia (AA) menghubungkan antara korban dengan pemesan melalui tiga akun medsos yang dibuatnya," beber Erlangga.
 
Erlangga kembali mengatakan, tujuh orang saksi atau korban sudah dimintai keterangan. Adapun 65 wanita yang diperdagangkan di oleh tersangka AA ini semuanya adalah freelance.
 
Tersangka dikenakan Pasal 45 ayat (1) Junto Pasal 27 ayat (1) UU RI No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau pasal 296 junto pasal 506 KUHP.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif