PKNRM 2018

Masyarakat Manfaatkan Pameran Inovasi Pelayanan Publik

Anggi Tondi Martaon 30 Oktober 2018 18:39 WIB
berita kemenko pmk
Masyarakat Manfaatkan Pameran Inovasi Pelayanan Publik
Selain Pameran Inovasi Pelayanan Publik, PKNRM 2018 mengajak masyarakat menonton pemutaran film bertema Revolusi Mental (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Salah satu rangkaian acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) 2018 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang ramai dikunjungi masyarakat adalah pameran Inovasi Pelayanan Publik. 

Salah satunya, Mercy Dio. Dia tertarik mengunjungi stan Ditjen Dukcapil untuk merekam data kependudukan. "Karena akhir pekan, maka saya tidak memerlukan izin khusus ke tempat saya bekerja,” jelas Mercy, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 30 Oktober 2018.

Selain Ditjen Dukcapil, Mercy juga mengunjungi stan layanan imigrasi untuk pembuatan paspor dan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Bahkan saya juga mengajak anggota keluarga lainnya untuk mendaftar di stand BPJS Kesehatan," katanya.


Mercy mengaku senang dengan Pameran Inovasi Pelayanan Publik PKNRM 2018 karena mempermudah pelayanan publik.

“Berbagai stan yang ada di PKN Revolusi Mental ini cerminan semangat melayani dari pemerintah dan saya senang karena berbagai pelayanan yang diberikan sangat cepat," katanya.

Mercy berharap Pameran Inovasi Pelayanan Publik ini dapat secara rutin dilakukan. Dengan demikian, banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat untuk mengakses layanan publik. “Saya juga berharap dapat hadir berbagai inovasi lainnya sehingga pelayanan yang diberikan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” kata dia.

Selain Pameran Inovasi Pelayanan Publik, PKNRM 2018 mengajak masyarakat menonton pemutaran film bertema Revolusi Mental. Pengunjung juga diajak berdiskusi dengan para aktor, sineas, maupun pengamat film yang dihadirkan dalam acara ini. 

Terdapat beberapa film yang diputar dalam acara ini yaitu Air dan Api, Lima, Jalan Raya Pipikoro, dan Darah Garuda. Acara pemutaran film ini dilakukan di Lapangan Koni Sario dan eks Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Salah satu aktor, Teuku Rifnu Wikana, mengatakan film Darah Garuda menekankan semangat persahabatan, persatuan, dan Pancasila. Diharapkan para penonton dapat memahami arti penting perjuangan Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan. 

“Selain itu, kita semua juga harus memiliki kebersamaan, harus akur, harus punya nasionalisme yang tinggi. Kemerdekaan yang sudah diraih oleh Indonesia bukan milik golongan tertentu, tetapi perjuangan ini adalah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang beragam dan hal ini yang selalu diperjuangkan oleh founding fathers kita,” ucap Rifnu.

Rifnu berharap melalui acara pemutaran film ini, masyarakat Indonesia dapat memahami arti penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Menurutnya, anugerah yang dirasakan saat ini merupakan pengorbanan dan jasa para pahlawan yang telah berjuang menghadapi para penjajah. 

“Mental kita yang lemah karena harus  disingkirkan dulu. Pelajari Indonesia secara utuh termasuk sejarahnya budayanya agar kita mampu mempertahankan kemerdekaan dan memajukan bangsa Indonesia,” katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id