Korban Tsunami di Donggala Butuh Layanan Kesehatan di Pengungsian

Antara 15 November 2018 19:34 WIB
Gempa Donggala
Korban Tsunami di Donggala Butuh Layanan Kesehatan di Pengungsian
Relawan mengevakuasi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala saat tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/10). ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang.
Donggala: Korban gempa dan tsunami di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah membutuhkan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

"Warga korban tsunami sangat butuh adanya pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, itu sesuatu yang mendesak diadakan," kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Lero, Kecamatan Sindue, Mohammad Hamdin seperti dilansir Antara, Kamis, 15 November 2018.

Hamdin menjelaskan, sebagian korban sampai saat ini masih tidur di bawah tenda terpal di Lapangan Sanggola, Dusun 01 Pompaya, Desa Lero. Tercatat sekitar 1.200 jiwa mengungsi di lapangan tersebut.


Sementara, pelayanan kesehatan pada Puskesmas Kecamatan Sindue belum berjalan maksimal.
Puskesmas tersebut belum dapat dimanfaatkan pascabencana gempa dan tsunami menerjang wilayah itu Jumat 28 September 2018.

Petugas medis di puskesmas itu melakukan pelayanan kesehatan kepada warga, dengan membangun tenda darurat di halaman puskesmas. Karena itu, sebut dia, warga tidak dapat menggantungkan harapan sepenuhnya kepada puskesmas tersebut.

Sementara di lokasi pengungsian pelayanan kesehatan hanya datang dari relawan, yang terkadang ada, kadang tidak.

"Saat bersamaan, ancaman penyakit terus mengintai pengungsi. Bayangkan, sudah lebih dari satu bulan korban tidur diatas tanah beratapkan terpal. Belum lagi, saat ini kita sudah memasuki musim hujan," ujar Hamdin.

Ia mengatakan bahwa pengungsi berharap pemerintah kabupaten menyediakan atau membangun posko kesehatan darurat di lokasi pengungsian, agar kesehatan masyarakat tetap terjamin oleh pemerintah.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id