medcom.id, Jakarta: Warga sekitar Gunung Slamet agak lega setelah status gunung berapi itu melorot dari Siaga Level III ke Waspada Level II. Tapi, warga diminta tetap waspada.
"Terhitung 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, Kepala Badan Geologo melaporkan penurunan status itu kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan elektronik, Senin (12/5/2014).
Sutopo meminta, selama beberapa waktu ke depan, warga jangan dulu mendekati puncak Gunung Slamet. Paling tidak dalam radius 2 kilometer. "Masyarakat tak beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak Gunung Slamet," jelas Sutopo.
Lebih jauh dari itu, Sutopo berharap, warga sekitar Gunung Slamet jangan mudah termakan isu dan informasi menyesatkan. "Warga harus tetap tenang. Selalu waspada dan tak terpancing isu menyesatkan," tutupnya.
medcom.id, Jakarta: Warga sekitar Gunung Slamet agak lega setelah status gunung berapi itu melorot dari Siaga Level III ke Waspada Level II. Tapi, warga diminta tetap waspada.
"Terhitung 12 Mei 2014, pukul 16.00 WIB, Kepala Badan Geologo melaporkan penurunan status itu kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan elektronik, Senin (12/5/2014).
Sutopo meminta, selama beberapa waktu ke depan, warga jangan dulu mendekati puncak Gunung Slamet. Paling tidak dalam radius 2 kilometer. "Masyarakat tak beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak Gunung Slamet," jelas Sutopo.
Lebih jauh dari itu, Sutopo berharap, warga sekitar Gunung Slamet jangan mudah termakan isu dan informasi menyesatkan. "Warga harus tetap tenang. Selalu waspada dan tak terpancing isu menyesatkan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)