Warga menjemur baju di daerah terdampak tsunami Selat Sunda, di kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.
Warga menjemur baju di daerah terdampak tsunami Selat Sunda, di kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Banten Segera Keluarkan Dana Tak Terduga untuk Bencana Tsunami

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Antara • 28 Desember 2018 20:15
Serang: Pemerintah Provinsi Banten segera mencairkan dana tidak terduga (TT) untuk penanganan korban bencana tsunami Selat Sunda di Pandeglang dan Serang.
 
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ino S Rawita mengatakan, sejak ditetapkannya status tanggap darurat bencana tsunami, otomatis dana tak terduga (TT) 2018 yang tersimpan di kas daerah (Kasda) dapat dicairkan dan digunakan untuk penanganan korban bencana.
 
"Kemarin Pak Gubernur (Wahidin Halim) telah mengeluarkan Status Tanggap darurat Bencana berarti anggaran tak tertuga sudah bisa digunakan," kata Ino S Rawita di Serang, Banten, Jumat, 28 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemprov Banten pada tahun 2018 ini menganggarkan dana TT sebesar Rp19 miliar. Menurut Ino, Gubernur Banten telah meminta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat program penanganan korban bencana tsunami sehingga penanganan bencana bisa dilakukan cepat dan terkordinasi dengan baik.
 
"Sejak kemarin sampai malam teman-teman kepala OPD menyusun RAB (rencana anggaran biaya) berkaitan dengan keperluan mendesak untuk di posko yang disebar pada 29 posko dan beberapa sub posko di Pandeglang dan Serang," jelas Ino.
 
Keperluan korban bencana tersebut meliputi kebutuhan dapur umum, papan, sandang, kesehatan yang sudah berjalan termasuk rawat inap yang telah berjalan dari awal dan kebutuhan buper stock dan lain-lain.
 
"Untuk penggunaan sampai dengan tahap awal, sehingga seluruh OPD diberikan tugas untuk berada di posko. Posko utama di Pendopo Pemprov Banten, sedangkan Posko logistik di gedung aspirasi di KP3B," pungkas Ino.
 
Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai dari 27 Desember 2018 sampai dengan 9 Januari 2019. Penetapan tersebut termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten.
 
Keputusan tersebut berdasarkan kepada Keputusan Bupati Pandeglang Nomor 362/Kep.425/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Keputusan Bupati Serang Nomor 360/Kep.504-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Serang.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif