BPOM menjalin sinergi dengan berbagai pihak di Sumatera Utara untuk mengoptimalkan pengawasan peredaran obat dan makanan (Foto:Dok.BPOM)
BPOM menjalin sinergi dengan berbagai pihak di Sumatera Utara untuk mengoptimalkan pengawasan peredaran obat dan makanan (Foto:Dok.BPOM)

BPOM Bersinergi Optimalkan Pengawasan Obat dan Makanan di Sumut

Nasional bpom
Anggi Tondi Martaon • 28 Desember 2018 11:14
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin sinergi dengan berbagai pihak di Sumatera Utara. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengawasan peredaran obat dan makanan.
 
Pertama, BPOM menjalin kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU). Sinergi diwujudkan dalam bentuk kegiatan pendidikan, pelatihan, kursus, workshop, seminar, penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan pengawasan obat dan makanan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kedua belah pihak.
 
Simbolis penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito dan Rektor USU Prof Runtung Sitepu. Penny menyampaikan, SDM BPOM didorong untuk bersikap terbuka, inovatif, dan kreatif dalam menjawab berbagai permasalahan dan tantangan pengawasan obat dan makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Revolusi industri 4.0 menuntut SDM Indonesia, termasuk BPOM, harus siap menuju perubahan besar seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Terlebih mengingat industri farmasi, kosmetik, produk herbal, dan pangan yang disebut sebagai wellness industry termasuk sektor industri prioritas dalam Making Indonesia 4.0 dan menjadi andalan revolusi industri di Indonesia, karena memiliki added value tinggi,” kata Penny dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Selain peningkatan SDM, BPOM melalui Balai Besar POM (BBPOM) di Medan juga mendukung Sumatera Utara (Sumut) sebagai lokasi pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Observatory (STO). Dukungan diwujudkan melalui obat dan makanan yang aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu.
 
Pada kesempatan ini, BPOM juga menandatangani kesepakatan bersama dengan pemerintah Kabupaten Toba Samosir, pemerintah Kota Tanjungbalai, pemerintah Kota Padang Sidempuan, dan pemerintah Kabupaten Karo. Kesepakatan bersama tersebut mengenai Pengawasan Bahan Berbahaya yang Disalahgunakan dalam Pangan.
 
Penny optimistis melalui sinergi berbagai instasi tersebut, maka pengawasan obat dan makanan akan berjalan lebih optimal. Dengan demikian, hal ini akan berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa.
 

Pemusnahan Produk Makanan dan Obat Ilegal Senilai Rp2 Miliar
 
Menutup rangkaian kunjungan di Medan, BPOM memusnahkan kurang lebih Rp2 miliar obat dan makanan ilegal. Produk tersebut terbukti illegal dan/atau tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu. Produk yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pemeriksaan dan penindakan Balai Besar POM (BBPOM) di Medan.
 
BPOM Bersinergi Optimalkan Pengawasan Obat dan Makanan di Sumut
 
Adapun rincian produk yang dimusnahkan yaitu 89 item (60.013 kemasan) pangan; 86 item (16.442 kemasan) obat tradisional; 73 item (3.267 kemasan) kosmetik ilegal; 70 item (512 kemasan) obat; dan 17 item (66 kemasan) bahan berbahaya. Keseluruhan produk ilegal tersebut ditemukan di 41 sarana produksi dan distribusi.
 
Selain itu, BBPOM di Medan telah memproses 15 perkara pro-justitia dengan nilai barang bukti mencapai 4,1 miliar rupiah selama 2018. Perkara didominasi oleh perkara di bidang pangan.
 
Selama 2016-2018, perkara di bidang pangan mendominasi hasil pengawasan BBPOM di Medan. Sedangkan nilai barang bukti mengalami fluktuasi, di mana pada tahun 2016 mencapai Rp10,34 miliar hasil dari 17 perkara pro-justitia dan Rp3,01 miliar pada 2017 dari 17 perkara pro-justitia.
 
Penny menyampaikan, pihaknya terus meningkatkan koordinasi lintas sektor memperkuat sistem dan kinerja pengawasan obat dan makanan. Berbagai terobosan dan strategi terus dilakukan. Mengingat, tren terkini kasus pelanggaran atau kejahatan pada bidang obat dan makanan terus berkembang.
 
“BPOM terus meningkatkan efektivitas penindakan melalui penindakan berdesain link khusus dengan intelijen, informan, kepolisian, dan kejaksaan, dengan pola tangkap tahan terhadap pelaku pelanggaran,” kata Penny.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif