Ilustrasi HIV/AIDS. Medcom.id
Ilustrasi HIV/AIDS. Medcom.id

HIV/AIDS di Sikka Meroket, Didominasi Ibu Rumah Tangga

Media Indonesia.com • 15 Agustus 2021 20:11
Sikka: Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) makin mengkhawatirkan. Hingga kini, kasus penyakit menurunnya kekebalan tubuh itu hampir menyentuh angka 1.000 di Sikka.
 
Pengelola Program KPAD Kabupaten Sikka, Ernesto Kalla, beberapa waktu lalu membenarkan ada 220 warga Kabupaten Sikka yang meninggal akibat kasus HIV-AIDS dari 2003 hingga Mei 2021. Ia pun mengaku, di masa pandemi ini kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sikka meningkat 29 kasus ketimbang 2020 yang sebanyak 904 kasus.
 
"Ada tambahan 29 kasus baru selama masa pandemi Covid-19 dengan rincian 8 kasus HIV dan 21 kasus AIDS dengan 1 orang meninggal dunia," ujar dia, melansir Mediaindonesia.com, Minggu, 15 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang diperoleh mediaindonesia.com, Minggu, 15 Agustus 2021, menunjukkan sejak kasus HIV/AIDS pertama kali muncul di Sikka pada 2003, hingga Mei 2021, total kasus mencapai 993 dengan angka kematian mencapai 220.
 
Baca: ODHA Diizinkan Terima Vaksinasi Covid-19
 
Dari 933 kasus itu, kalangan ibu rumah tangga menempati urutan pertama yang terpapar HIV-AIDS dengan jumlah 234 kasus. Selanjutnya urutan kedua ditempati profesi swasta dengan 151 kasus.
 
Urutan ketiga ditempati petani dengan jumlah kasus 147 kasus. Kemudian sopir dengan 54 kasus. Kemudian buruh dengan jumlah kasus 48 kasus. Untuk distribusi kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sikka, Kecamatan Alok menempati urutan pertama dengan jumlah kasus 147 kasus. Urutan kedua, kecamatan Alok Timur 126 kasus.
 
Ketiga ditempati oleh Kecamatan Nita dan Kecamatan Alok Barat dengan masing-masing 82 kasus. Kemudian Kecamatan Kewapante dengan jumlah 57 kasus dan Kecamatan Kangae dengan jumlah 52 kasus.
 
Pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan pendampingan terhadap Orang Dengan HIV Aids (ODHA). Sedangkan untuk pencegahan, pihaknya telah membentuk organisasi Warga Peduli AIDS (WPA) di setiap desa dan kelurahan sebagai bentuk perpanjangan tangan dari KPAD Sikka.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif