Pengungsi lansia dan anak-anak di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)
Pengungsi lansia dan anak-anak di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Status Tanggap Darurat Erupsi Merapi Diperpanjang

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Media Indonesia.com • 18 November 2020 12:17
Klaten: Status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diperpanjang tujuh hari sejak 17 November sampai 24 November 2020.
 
Perpanjangan status tanggap darurat ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati No 360/325 tanggal 16 November 2020 yang ditandatangani Pjs Bupati, Sujarwanto Dwiatmoko.
 
"Perpanjangan status tanggap darurat bencana itu berdasarkan laporan BPPTKG, bahwa perkembangan aktivitas Gunung Merapi sampai 16 November 2020 masih pada status siaga level III," kata Sujarwanto, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Warga Tangsel Keluhkan Susah Mendapat Pekerjaan
 
Sebelumnya Sujarwanto melalui SK No 360/318 Tahun 2020 telah menetapkan status darurat tanggap bencana letusan Gunung Merapi selama tujuh hari pada 9-16 November 2020.
 
Arus pengungsi erupsi Gunung Merapi meningkat sejak BPPTKG Yogyakarta menaikkan status aktivitas gunung berapi itu dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada 5 November 2020.
 
Hingga pukul 21.00 WIB, Selasa, 17 November 2020, Humas BPBD Klaten, Nur Tjahjono, melaporkan 356 pengungsi yang ditampung di Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo. Selain itu ada 129 ekor sapi juga ikut diungsikan.
 
"Warga KRB III erupsi Gunung Merapi yang mengungsi di dua tempat evakuasi sementara tersebut, adalah kelompok rentan seperti balita, lansia, anak-anak, ibu menyusui, ibu hamil, dan penyandang disabilitas," ungkapnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif