Ilustrasi penembakan. (dok. Metrotvnews.com)
Ilustrasi penembakan. (dok. Metrotvnews.com)

Warga Papua Tewas Tertembak, Ini Kronologi Versi TNI

Nasional penembakan tni
Ricardo Hutahaean • 28 Agustus 2015 11:03
medcom.id, Mimika: Dua warga sipil tewas tertembus peluru dan dua lainnya luka-luka akibat mengeroyok anggota Kodim 1710/Mimika. Korban tewas yaitu Imanuel Mairimau, 23, dengan luka tembak di kepala belakang dan Yulianus Okoare, 23, luka tembak di perut.
 
Sedangkan korban luka Martinus Apokapo, 24, dengan luka tembak di pinggang kiri. Sementara, Martinus Imaputa, 17, diketahui menderita luka tembak bagian kaki.
 
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo mengatakan peristiwa ini bermula dari pengeroyokan warga pada anggota TNI di Jalan Bhayangkara, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Jumat (28/8/2015) dini hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekitar pukul 01.33 WIT terjadi aksi pengeroyokan terhadap Sertu Ashar, jabatan Bakodim 1710/Mimika yang dilakukan oleh massa putera daerah," kata Teguh saat dikonfirmasi.
 
Saat itu Sertu Ashar berniat menjemput Serka Makher yang dikeroyok massa di kelurahan Koperapoka. Sertu Ashar mendapat laporan tentang pengeroyokan itu dari seorang masyarakat putera daerah.
 
"Sekitar pukul 01.15 WIT ada satu orang masyarakat putera daerah laporan kepada Sertu Ashar bahwa Serka Makher dikeroyok di Koperaoka. Saat itu Sertu Ashar berada sekitar 50 meter dari Pos Gorong-gorong," ujar Teguh.
 
Lalu, pukul 01.17 WIT Sertu Ashar kembali ke pos, kemudian pergi ke TKP dengan menggunakan motor. Pukul 01.25 WIT, Sertu Ashar menanyakan kepada polisi yang saat itu sudah ada di TKP dengan menggunakan mobil patroli jenis Ford Ranger. Sertu Ashar menanyakan keberadaan Serka Makher, namun polisi tidak mengetahui.
 
Pukul 01.26 WIT, Sertu Ashar maju ke arah Koperapoka sekitar 10 meter dan menanyakan kepada masyarakat tentang keberadaan Serka Makher. Namun masyarakat juga tidak tahu. Masih penasaran, Sertu Ashar masuk lebih dalam ke pertigaan Titi Teguh. Di sana ia menjumpai motor polisi jenis Kawasaki KLX yang digunakan Serka Makher.
 
Kemudian, Sertu Ashar menghubungi Serka Makher. Di situ Serka Makher mengatakan bahwa dia berada di belakang PIN karena dikeroyok massa. Sertu Ashar mengatakan kepada Serka Makher agar keluar ke jalan untuk dijemput.
 
Pada 01.30 WIT, Sertu Ashar kembali ke arah motornya berniat menjemput Serka Makher. "Namun pada saat itu motor sudah dikepung massa," tutur Teguh.
 
Saat mendekati motornya, massa yang sudah banyak membentak-bentak Sertu Ashar. Kemudian Sertu Ashar menjelaskan kepada masyarakat bahwa Sertu Ashar tidak tahu apa-apa dan hanya mencari temannya.
 
Sekitar pukul 01.33 WIT, Sertu Ashar dipukul dari belakang kemudian massa secara spontan langsung mengepung dan terus mencoba memukul sampai Sertu Ashar terjatuh dan bersimbah darah.
 
"Karena situasi sudah mendesak Sertu Ashar langsung mengisi senjata dan menembak ke arah atas sebanyak dua kali, kemudian sebagian massa ada yang mundur namun ada yang mendekat dan mencoba merebut senjata," kata Teguh.
 
Teguh melanjutkan, saat senjata akan direbut, Sertu Ashar membela diri dengan menendang pelaku. "Kemudian menembak ke arah massa dengan sasaran kaki. Setelah menembak, Sertu Ashar langsung berdiri dan melarikan diri ke arah perempatan PIN dan berlari menuju Kantor Subdenpom XVII-1/Cenderawasih untuk meminta bantuan," kata dia.
 
Atas kejadian tersebut Kodam meminta maaf dan saat ini tengah memeriksa serta memproses anggota yang melakukan penembakan. " Danrem bersama Kapolres dan Dandim bersama dengan kepala suku, tokoh agama untuk menenangkan keluarganya dan menyelesaikan masalah," kata Teguh seraya menambahkan situasi saat ini kondusif.
 

(SAN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif