Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6/2020). (ANTARA/HO)
Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6/2020). (ANTARA/HO)

Tak Dapat BLT, Warga Mopang Julu Sumut Rusuh

Nasional Virus Korona Bantuan Langsung Tunai
Antara • 29 Juni 2020 23:42
Medan: Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, pada Senin, 29 Juni 2020. Diduga kerusahan berlatar masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp600 ribu berasal dari dana desa.
 
"Sekitar 300-an orang warga melakukan unjuk rasa dari sore hingga malam ini," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, melansir Antara, Senin, 29 Juni 2020.
 
Melansir Antara, Kepala Desa Mompang Julu dinilai tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa. Massa menduga ada praktik KKN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga massa pun berdemo, sekaligus meminta klarifikasi," imbuhnya.
 
Dalam tuntutannya, lanjut Tatan, massa meminta Bupati Madina mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu. Massa juga meminta penegak hukum memeriksa dan menangkap kepala desa Mompang Julu.
 
"Negosiasi sebetulnya sudah dilakukan, namun tidak menemukan titik temu. Tuntutan massa selambat-lambatnya akan diproses selama lima hari," terangnya.
 
Baca:34 Penghuni Panti Jompo di Rembang Positif Korona
 
Dalam aksinya itu, massa juga melakukan pemblokiran jalan. Massa juga melakukan penyerangan terhadap personel TNI - Polri yang berjaga, dengan melemparkan kayu dan batu.
 
Massa juga membakar satu unit sepeda motor, satu unit mobil dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina. Akibat kejadian ini, enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka akibat lemparan batu, dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.
 
"Langkah-langkah persuasif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga ada yang melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut," terangnya.
 
Sementara itu, Danyon C Pelopor, Kompol Buala Zega, mengatakan sebanyak 100 personel dari Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) dikerahkan untuk meredam kerusuhan. Pihaknya menyiagakan sebanyak satu unit kendaraan Ranjabyon dan tiga unit Randis R-6.
 
"Sampai saat ini, unjuk rasa masih berlanjut," imbuhnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif